Kaltim Waspada Karhutla, BMKG Petakan Wilayah Rawan 12-17 Agustus 2026
Balikpapan

Kaltim Waspada Karhutla, BMKG Petakan Wilayah Rawan 12-17 Agustus 2026

  • Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan
Balikpapan
Muhammad

Muhammad

Author

IBUKOTAKINI.COM - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan tingkat kemudahan terbakar lapisan atas permukaan tanah di sejumlah wilayah Kaltim pada 12-17 Agustus 2026.

Pemetaan tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah Kaltim berada dalam kategori tingkat kemudahan terbakar sangat tinggi, terutama pada 12, 14, 16, dan 17 Agustus 2026.

Informasi ini disampaikan melalui peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

FFMC merupakan salah satu indikator kondisi kelembapan bahan bakar halus di permukaan yang dapat menggambarkan tingkat kemudahan suatu wilayah terbakar.

Berdasarkan peta BMKG, warna merah mendominasi wilayah Kaltim dalam beberapa periode pemantauan. Warna tersebut menunjukkan kategori sangat tinggi dalam tingkat kemudahan terbakar.

BACA JUGA:

Musim Kemarau, Pemerintah Larang Warga Bakar Sampah dan Buka Lahan - ibukotakini.com

Kondisi relatif lebih beragam terlihat pada peta untuk 13 dan 15 Agustus 2026. Sejumlah wilayah muncul dalam kategori rendah hingga tinggi yang ditandai warna biru, hijau, dan kuning.

Namun, area merah masih terlihat cukup luas, terutama di bagian tengah, selatan, hingga timur Kaltim.

Sementara pada 16 dan 17 Agustus, wilayah dengan kategori sangat tinggi kembali tampak mendominasi peta.

Kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tutupan lahan kering, perkebunan, kawasan hutan, maupun lahan yang berpotensi mudah terbakar.

Peta FFMC tidak secara langsung menyatakan bahwa kebakaran pasti terjadi. Namun, semakin tinggi tingkat kemudahan terbakar, semakin besar pula potensi bahan bakar permukaan untuk mudah menyala ketika terdapat sumber api.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan. Percikan api kecil sekalipun berpotensi berkembang menjadi kebakaran apabila kondisi lingkungan cukup kering dan didukung angin.

BACA JUGA:

CFD Taman Tiga Generasi Jadi Awal, Pemkot Balikpapan Target Lokasi Baru - ibukotakini.com

Waspada Karhutla hingga 17 Agustus

Peta BMKG yang berlaku untuk 12-17 Agustus 2026 memperlihatkan dinamika tingkat kemudahan terbakar di Kaltim dari hari ke hari.

Meski terdapat wilayah yang mengalami kategori lebih rendah pada beberapa tanggal, dominasi warna merah pada sebagian besar peta menunjukkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap diperlukan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran lahan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. ***