
Kapasitas Kilang Balikpapan Naik Jadi Lumbung Energi
- Peningkatan kapasitas produksi kilang di Balikpapan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kalimantan Timur semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pusat energi nasional. Peningkatan kapasitas produksi kilang di Balikpapan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari diyakini akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong kemandirian energi Indonesia.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut, capaian tersebut patut disyukuri karena sebagian besar kontribusi pendapatan energi nasional saat ini berasal dari Kalimantan Timur.
“Seluruh masyarakat Kalimantan Timur dan seluruh masyarakat Indonesia tentunya sangat bersyukur bahwa Kalimantan Timur menjadi lumbung energi, karena revenue terbesar di Indonesia hari ini ada di Kalimantan Timur, tepatnya di Kota Balikpapan,” ungkap Rudy, Selasa (13/1/2026).
Dengan peningkatan kapasitas kilang, Rudy optimistis Balikpapan tidak hanya melayani kebutuhan energi daerah, tetapi juga menjadi pusat pengolahan bagi kilang-kilang lain di Indonesia yang belum mampu melakukan pengolahan lanjutan.
“Hari ini kapasitasnya naik dari 260.000 barel menjadi 360.000 barel. Insya Allah, energi dari kilang-kilang lain yang belum mampu diolah bisa diproses di sini, karena standar kilang kita sudah sampai Euro 5,” jelasnya.
BACA JUGA:
Menurut Rudy, keberadaan kilang berstandar tinggi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan ketahanan energi, kemandirian energi, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
“Patut kita bangga bersama. Mudah-mudahan berkaitan dengan ketahanan energi, kemandirian energi, dan transisi energi itu bisa segera diwujudkan,” katanya.
Ia mengakui, proses menuju kemandirian energi tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Namun, konsistensi pembangunan infrastruktur energi menjadi kunci agar Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat tidak terus bergantung pada pasokan dari luar.
“Tidak bisa selesai tahun ini, tidak bisa juga tahun depan. Tapi bagaimana kita terus bergerak menuju ketahanan dan kemandirian energi sebagai negara yang berdaulat dan negara yang sangat besar,” tegas Rudy.
BACA JUGA:
RDMP Balikpapan Diresmikan, Impor Solar Dihentikan - ibukotakini.com
Menanggapi persoalan antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah wilayah, Rudy menjelaskan bahwa antrean tersebut umumnya terjadi pada BBM subsidi, bukan BBM industri yang justru dalam kondisi surplus.
“Yang antre itu BBM subsidi. Untuk BBM industri sebenarnya tidak ada masalah, karena kita surplus,” jelasnya.
Untuk menjaga agar distribusi subsidi tepat sasaran, Pemprov Kaltim akan menyiapkan langkah pengendalian melalui penerbitan surat edaran.
“Kami nanti segera akan memberikan surat edaran bahwa seluruh kendaraan yang tidak berhak menerima subsidi, tidak boleh membeli BBM subsidi. Kendaraan industri wajib membeli BBM industri,” ujarnya.
Rudy berharap, kebijakan tersebut tidak hanya mengurangi antrean. “Tapi juga mendukung pengelolaan energi yang lebih tertib, adil, dan berkelanjutan di Kaltim,” pungkasnya. ***
