Karhutla Balikpapan Meningkat, 49 Kasus Tercatat Selama September
Balikpapan

Karhutla Balikpapan Meningkat, 49 Kasus Tercatat Selama September

  • Lonjakan September ini memperparah akumulasi bencana karhutla di Balikpapan sepanjang 2026
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Badai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Balikpapan menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. 

Memasuki penghujung bulan ini, jumlah kejadian karhutla di Kota Minyak tercatat sudah melampaui rekor bulan sebelumnya. 

Berdasarkan data yang dihimpun Koran Kaltim dari Pusdalops BPBD Balikpapan hingga Senin (21/9) pukul 10.00 WITA, amukan si jago merah telah mencatatkan 49 kejadian khusus sepanjang September 2026 saja. 

Angka ini melonjak tajam dibandingkan bulan Agustus lalu yang mencatatkan 40 titik karhutla. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/karhutla-hlsw-balikpapan-pertamina-siapkan-peralatan-untuk-petugas

Kendati jumlah kejadiannya tergolong banyak, Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali memastikan bahwa rata-rata insiden tersebut terjadi dalam skala kecil dan masih bisa diatasi dengan baik oleh petugas di lapangan. 

"Peningkatan mulai terjadi saat memasuki musim kemarau, pada Agustus hingga bulan ini," tutur Usman, sembari menegaskan kesiapsiagaan tim dalam merespons setiap laporan yang masuk. 

Lonjakan pada September ini semakin memperparah akumulasi bencana karhutla di Balikpapan sepanjang tahun 2026, di mana total keseluruhan kejadian kini telah menyentuh angka 96 kasus dengan luas lahan terbakar mencapai 55,6 hektar yang didominasi ilalang serta semak belukar.

Sebaran kasus di 6 kecamatan menunjukkan bahwa Balikpapan Timur menjadi wilayah paling sering dilaporkan dengan 36 kejadian, disusul Balikpapan Selatan (26 kejadian), Balikpapan Utara (21 kejadian), Balikpapan Tengah (8 kejadian), dan Balikpapan Barat (5 kejadian). 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/30-penerbangan-dialihkan-ke-balikpapan-akibat-kabut-asap

Praktis, hanya Kecamatan Balikpapan Kota yang hingga kini masih nihil dari laporan karhutla.

Dampak dari puluhan insiden kebakaran ini pun turut memengaruhi kondisi lingkungan sekitar. 

Berdasarkan data pemantauan IQAir yang dihimpun BPBD, kualitas udara di Balikpapan kini dinyatakan tidak sehat dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) berada di angka 159, serta konsentrasi polutan utama mencapai 67,1 mikrogram per meter kubik. 

Pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran sembarangan.

"Karena potensi penambahan titik api masih terbuka lebar menyusul laporan terbaru karhutla yang juga terpantau di wilayah Balikpapan Utara," tutup Usman. ***