Hotspot Kaltim Turun Jadi 1.106 Titik, Paser Masih Tertinggi Hari Ini
Kabar Ibu Kota

Karhutla di IKN Meluas, Puluhan Personel Dikerahkan Cegah Api ke Permukiman

  • Karhutla melanda Desa Sukomulyo, Sepaku, kawasan IKN
Kabar Ibu Kota
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Tim gabungan dari TNI, Dinas Kehutanan, dan Otorita IKN (OIKN) terus berjibaku memadamkan kebakaran yang terjadi di Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

Lokasi kebakaran berada di dalam kawasan deliniasi IKN. Penanganan dilakukan secara intensif untuk mencegah api meluas, terutama karena titik kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum. 

Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 826/Benuo Taka Bakerai Letkol Inf Sulaiman mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu bersama Kodim 0913/PPU, Polres PPU, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dinas Kehutanan, dan OIKN. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/mulai-sabtu-water-bombing-sasar-lima-titik-di-ikn

“Kekuatan yang berada di lapangan terdiri dari 6 personel Kodim 0913/PPU, 22 personel Yonif TP 826/BTB, sekitar 15 personel KPHP Dinas Kehutanan, serta sekitar 10 personel OIKN,” kata Sulaiman dalam keterangan resminya pada Sabtu, 5 September 2026. 

Dengan demikian, puluhan personel gabungan dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus melakukan penyisiran terhadap area yang masih berpotensi terbakar. 

Untuk mendukung operasi pemadaman, tim mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran milik Yonif TP 826/BTB dan satu kendaraan Kajama dari KPHP Dinas Kehutanan. 

Pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa Alkon secara manual maupun armada pemadam kebakaran. Tim juga memanfaatkan pemantauan dari udara untuk mengetahui perkembangan titik api. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/10-kali-water-bombing-dikerahkan-tangani-karhutla-di-ikn

Helikopter Caracal dan drone milik Yonif TP 826/BTB digunakan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya titik api baru. 

Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi di lapangan dipengaruhi hembusan angin kencang serta vegetasi berupa gambut tipis dan semak belukar yang mudah terbakar.

Berjarak 30 Kilometer dari KIPP IKN 

 

Kebakaran di Desa Sukomulyo menjadi perhatian karena lokasinya berada sekitar 30 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Jarak lokasi karhutla dari Bandara Nusantara juga sekitar 67 kilometer. 

Namun, yang menjadi prioritas tim di lapangan adalah mencegah kobaran api mendekati permukiman warga. 

Lokasi kebakaran berada di sekitar Kampung Dayak Nusantara yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga (KK). Sebagian besar warga di kawasan tersebut mengelola lahan perkebunan dengan luasan kurang lebih 5 hektare per KK. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/cegah-karhutla-di-ikn-otorita-edukasi-petani-tinggalkan-cara-bakar-lahan

Lahan tersebut antara lain dimanfaatkan untuk perkebunan pohon pinang dan kelapa sawit.

“Kami terus melakukan pengendalian agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat maupun fasilitas yang berada di sekitar lokasi,” sebut Sulaiman. 

Selain permukiman, terdapat sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah di sekitar kawasan terdampak. Di antaranya satu masjid dan satu Gereja Oikumene. 

Keberadaan permukiman serta fasilitas umum tersebut membuat proses pemadaman dan pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Meski proses pemadaman terus dilakukan, personel gabungan masih bersiaga di lokasi. Penyisiran dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Kondisi angin dan vegetasi kering menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Api dapat kembali menyala apabila bara yang berada di dalam area terbakar tidak segera ditemukan dan dipadamkan.

Karena itu, selain pemadaman, tim melakukan pemantauan terhadap potensi munculnya titik api baru.

Sulaiman juga mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik dan pengelola lahan, agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemilik dan pengelola lahan, agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Dia menambahkan, kondisi angin yang kencang ditambah karakteristik vegetasi yang kering dapat membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.

“Dapat menyebabkan api dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” pungkas Sulaiman. ***