Karhutla Kutai Timur mencapai 81 kejadian dengan 143 hektare lahan terdampak. BPBD Kutim mewaspadai puncak musim kemarau dan 51 hotspot.
Kutai Timur

Karhutla Kutim Tembus 81 Kejadian, 51 Hotspot Masih Dipantau BPBD

  • Ancaman Puncak Kemarau Mengintai
Kutai Timur
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mencapai 81 kejadian dengan total luasan lahan terdampak sekitar 143 hektare. Pemerintah daerah kini memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Sulastin mengatakan, data tersebut merupakan hasil pendataan hingga Senin. Meski jumlah kejadian dan luasan lahan terdampak cukup besar, kondisi karhutla di Kutim dalam beberapa hari terakhir relatif terkendali.

“Kalau Kutim sampai dengan hari ini itu ada kurang lebih 81 kejadian. Sekitar 143 hektare kurang lebih total semuanya,” ujar Sulastin seusai rapat koordinasi.

Dari 18 kecamatan di Kutim, sebagian besar wilayah saat ini dilaporkan dalam kondisi aman. Aktivitas kebakaran yang masih ditemukan terutama berada di Kecamatan Sangatta Selatan.

BACA JUGA:

Alhamdulillah...Hujan Deras Guyur Balikpapan Hari Ini - ibukotakini.com

51 Titik Hotspot Terdeteksi

Selain mencatat kejadian karhutla, BPBD Kutim terus memantau perkembangan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah.

Hasil pemantauan terakhir menunjukkan terdapat 51 titik hotspot dengan kategori sedang.

“Titk hotspot kemarin cuma 51 dengan kategori sedang,” kata Sulastin.

Kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir turut membantu pengendalian karhutla. Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kutim, di antaranya Rantau Pulung dan Muara Ancalong.

BACA JUGA:

Karhutla di IKN Meluas, Puluhan Personel Dikerahkan Cegah Api ke Permukiman - ibukotakini.com

BPBD, kata Sulastin, tetap mencatat setiap kejadian hujan, termasuk durasi dan intensitasnya. Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi wilayah yang rawan kebakaran.

BPBD Berharap Hujan Terus Mengguyur

Sulastin berharap hujan terus turun di wilayah Kutim untuk membasahi kembali vegetasi dan lahan yang mengering akibat musim kemarau.

Kondisi lahan yang lebih basah dinilai dapat mengurangi potensi munculnya titik api baru.

“Semoga cepat turun hujan sehingga yang kering-kering tidak terbakar lagi,” ujarnya.

BACA JUGA:

10 Kali Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla di IKN - ibukotakini.com

Meski kondisi karhutla relatif terkendali, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Masyarakat Diminta Tak Membakar Lahan Sembarangan

BPBD Kutim menegaskan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Pencegahan membutuhkan keterlibatan aparat, dunia usaha hingga masyarakat.

“Harapannya kita tetap kolaborasi dan bersinergi. Bencana ini bukan hanya tanggung jawab BPBD, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua termasuk masyarakat,” tegas Sulastin.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama ketika kondisi cuaca masih kering.

BACA JUGA:

Produksi Jagung di Balikpapan Jauh dari Target Panen, Ini Penyebabnya - ibukotakini.com

BPBD mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan dan lahan. Layanan pemantauan dan penanganan bencana dipastikan tetap berjalan selama 24 jam.

Dengan meningkatnya kewaspadaan, dukungan curah hujan, serta respons cepat terhadap setiap titik api, pemerintah berharap 81 kejadian karhutla yang telah tercatat tidak kembali meningkat selama puncak musim kemarau.***