
Karst Sangkulirang-Mangkalihat Kejar Status Geopark Nasional 2026
- Diusulkan Sejak Tahun Lalu
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM - Kalimantan Timur berpacu dengan waktu. Di balik citra provinsi penambang batu bara terbesar Indonesia, sebuah kawasan karst purba menyimpan potensi yang bisa mengubah wajah Kaltim selamanya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang mewujudkan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.
Bukan sekadar pengakuan simbolis — ini adalah taruhan besar untuk menggeser identitas Kaltim dari ekonomi ekstraktif menuju pariwisata berkelanjutan.
Apa Itu Karst Sangkulirang-Mangkalihat?
Karst Sangkulirang-Mangkalihat adalah kawasan batuan gamping (limestone) raksasa yang membentang di Kabupaten Kutai Timur dan Berau, Kalimantan Timur.
BACA JUGA:
Kawasan Bentang Alam Karst Sangkulirang Mangkalihat Berpotensi Jadi Geopark - ibukotakini.com
Kawasan ini bukan sekadar batu — di dalamnya tersimpan:
- Lukisan gua purba berusia ribuan tahun
- Keanekaragaman hayati langka yang belum banyak terdokumentasi
- Formasi geologi unik yang menjadi saksi bisu sejarah bumi
Jika berhasil mendapat status Geopark Nasional, kawasan ini berpeluang maju ke pengakuan UNESCO Global Geopark — sebuah cap bergengsi yang bisa membuka arus wisatawan internasional.
Momen Krusial: Verifikasi April–Juli 2026
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa proses administrasi penilaian mandiri calon geopark nasional tengah disempurnakan.
BACA JUGA:
Ia menyebut bahwa pengelola geopark bersama Sekda Sri Wahyuni serta perwakilan Kutai Timur dan Berau dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM untuk membahas penilaian ini.
"Kita terus bergerak menuju Geopark Nasional Karst Sangkulirang-Mangkalihat," kata Bambang, dalam pernyataan resmi dipetik Kamis (12/3/2026).
Yang membuat momen ini kritis: tim verifikator nasional dijadwalkan turun lapangan pada April hingga Juli 2026. Artinya, Kaltim hanya punya waktu hitungan minggu untuk memastikan semua komponen siap diuji.
Persiapan yang sedang digencarkan meliputi:
- Penguatan koordinasi antara Pemprov Kaltim dengan Pemkab Kutai Timur dan Berau
- Pemasangan papan informasi dan visibilitas di setiap geosite
- Penguatan aspek keragaman hayati dan budaya
- Peningkatan kapasitas pengelola di tingkat tapak
BACA JUGA:
Karst Sangkulirang-Mangkalihat Kembali Diusulkan Geopark Nasional - ibukotakini.com
Kunci Lolos: Tiga yang Harus Dipenuhi
Senior Manager YKAN (Yayasan Konservasi Alam Nusantara), Niel Makinuddin, mengungkap formula agar Sangkulirang-Mangkalihat bisa melewati seleksi ketat geopark nasional.
Menurutnya, ada tiga pilar utama yang tidak bisa diabaikan:
- Ekonomi — masyarakat lokal harus terlibat aktif melalui kegiatan ekonomi yang selaras dengan prinsip lingkungan hidup
- Konservasi & Riset — perlindungan ekosistem sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan
- Edukasi — termasuk mendorong geopark masuk sebagai muatan lokal kurikulum sekolah, salah satunya lewat program sekolah Adiwiyata
Selain itu, dukungan politik penuh dari kepala daerah dan branding yang kuat menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Mengapa Ini Penting Bagi Kalimantan Timur?
Kalimantan Timur selama ini dikenal sebagai mesin batu bara Indonesia — provinsi yang menyumbang angka ekspor komoditas besar, tetapi dengan harga lingkungan yang tidak kecil: deforestasi, lubang tambang, hingga polusi sungai.
BACA JUGA:
Kampung Merabu, Wisata Alam dan Modernitas di Kaki Karst - ibukotakini.com
Kini, di era transisi energi global dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim berada di persimpangan sejarah.
"Geopark dapat menjadi wajah Kaltim yang lebih hijau dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pergeseran dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berkelanjutan melalui pariwisata dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu," ujar Niel Makinuddin.
Geopark merupakan rebranding identitas provinsi yang dikenal dengan Benua Etam.
Langkah Berikutnya
Selain verifikasi lapangan, Pemprov Kaltim juga menunggu jadwal dari Kementerian PPN/Bappenas untuk Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor atas dokumen rencana induk pengembangan geopark yang telah disusun dan direvisi.
BACA JUGA:
Pengembangan Sektor Pariwisata Jadi Perhatian Fraksi PKS DPRD Kutim - ibukotakini.com
Jika semua berjalan sesuai rencana, pengakuan nasional bisa segera dikantongi — dan status UNESCO bukan lagi sekadar mimpi.
Karst Sangkulirang-Mangkalihat bisa menjadi tiket Kalimantan Timur menuju masa depan yang lebih hijau. Pertanyaannya: apakah kita bisa bergerak cukup cepat?
