Kasus Campak Muncul, Dinkes Balikpapan Percepat Imunisasi
Balikpapan

Kasus Campak Muncul, Dinkes Balikpapan Percepat Imunisasi

  • Data Dinkes menunjukkan kasus campak telah ditemukan di beberapa titik di Balikpapan
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kasus Campak mulai terdeteksi di sejumlah wilayah di Balikpapan dengan jumlah mencapai puluhan kasus. 

Meski belum tergolong wabah, Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Balikpapan kini mempercepat program imunisasi anak untuk mencegah penyebaran penyakit menular tersebut.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengatakan pihaknya menerima peringatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait peningkatan kasus campak di sejumlah daerah di Indonesia.

Balikpapan sebagai kota dengan mobilitas penduduk yang tinggi memiliki risiko lebih besar terhadap masuknya penyakit menular dari luar daerah.

“Secara umum kondisi kesehatan masyarakat selama Ramadan masih terkendali. Tapi kita tetap harus waspada karena ada laporan peningkatan kasus campak di beberapa wilayah,” ungkap Alwiati pada Minggu, 8 Maret 2026.

Data Dinkes menunjukkan kasus campak telah ditemukan di beberapa titik di Balikpapan. Hingga saat ini jumlahnya masih berada pada kisaran puluhan kasus dan belum mencapai ratusan.

Meski demikian, pihaknya menilai setiap kasus tetap harus ditangani secara serius agar tidak berkembang menjadi penularan yang lebih luas.

BACA JUGA:

Ramadan, Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Warga Terlantar - ibukotakini.com

“Walaupun jumlahnya belum besar, langkah antisipasi harus segera dilakukan supaya tidak meluas,” jelasnya.

Untuk langkah pengendalian lanjut Alwi, Dinkes menggencarkan program kejar imunisasi bagi anak-anak yang belum melengkapi vaksinasi dasar.

“Program ini menyasar anak yang belum mendapatkan imunisasi campak, imunisasinya belum lengkap, maupun yang belum tercatat dalam program vaksinasi sebelumnya,” imbuhnya.

Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan penanganan medis terhadap pasien yang terindikasi terinfeksi campak.

Dinkes melakukan pelacakan kasus untuk mencegah penularan di lingkungan sekitar pasien. Jika ditemukan indikasi penularan di suatu wilayah, tim kesehatan akan langsung turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan serta melakukan pemantauan warga.

“Kalau ada indikasi penularan di suatu wilayah, tim langsung turun ke lapangan,” kata Alwiati.

BACA JUGA:

Wali Kota Rahmad Mas'ud Serahkan Bonus Juara MTQ Internasional - ibukotakini.com

Ia mengingatkan orang tua untuk mengenali gejala awal campak pada anak, seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk atau pilek, serta mata merah.

“Jika anak mengalami gejala, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat,” pintanya.

Menurut Alwiati, imunisasi tetap menjadi perlindungan utama bagi anak. Bahkan jika anak yang sudah divaksin tetap tertular, gejala biasanya tidak berkembang menjadi berat.

“Imunisasi ini investasi penting untuk kesehatan anak ke depan. Orang tua diharapkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala demam disertai ruam merah pada kulit,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)