
Kebocoran Distribusi Air Berulang, Pemkot Balikpapan Revitalisasi Pipa Induk
- PTMB evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan distribusi, mulai dari tingkat kerusakan pipa, usia infrastruktur, hingga karakteristik wilayahdistribusi air
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memprioritaskan revitalisasi jaringan pipa induk.
Revitalisasi dilakukan untuk mengatasi gangguan distribusi air bersih yang selama ini kerap terjadi akibat kebocoran di sejumlah titik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Balikpapan dalam meningkatkan keandalan layanan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terus diperkuat melalui pembenahan infrastruktur distribusi.
“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, pemerintah bersama PTMB terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, salah satunya melalui revitalisasi pipa induk yang selama ini menjadi jalur utama distribusi,” kata Rahmad Mas’ud saat meninjau titik revitalisasi pipa induk bersama jajaran direksi PTMB pada Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut dia, pembenahan jaringan pipa induk menjadi langkah penting untuk memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan dapat berjalan lebih optimal.
BACA JUGA:
BBM Subsidi Tak Boleh Salah Sasaran, Pemkot Balikpapan Bentuk Satgas - ibukotakini.com
“Kita ingin memastikan pasokan air ke masyarakat berjalan lebih optimal dan gangguan akibat kebocoran dapat diminimalkan,” ujarnya.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jaringan pipa yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Sejumlah ruas pipa induk diketahui sering mengalami kebocoran sehingga berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke berbagai kawasan di Kota Balikpapan.
Selain mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan, kebocoran jaringan juga menyebabkan kehilangan air dalam jumlah besar atau non-revenue water (NRW) yang berdampak pada efisiensi operasional perusahaan daerah air minum.
Karena itu, PTMB saat ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan distribusi, mulai dari tingkat kerusakan pipa, usia infrastruktur, hingga karakteristik wilayah yang dilalui jalur distribusi air.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program revitalisasi secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan di lapangan.
BACA JUGA:
Tak Harus Ber-KTP Balikpapan, Semua Penduduk Akan Masuk Sensus Ekonomi - ibukotakini.com
Rahmad menyebut revitalisasi pipa induk tidak hanya bertujuan mengganti jaringan yang rusak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem distribusi air bersih yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan infrastruktur yang lebih andal, tingkat kehilangan air dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan PTMB di berbagai wilayah.
“Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota, kebutuhan air bersih juga terus bertambah. Karena itu, infrastruktur pendukung harus disiapkan sejak sekarang agar pelayanan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” katanya.
Menurut Rahmad, penguatan jaringan distribusi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan Kota Balikpapan yang terus berkembang sebagai pusat ekonomi dan jasa di Kalimantan Timur.
“Melalui program revitalisasi pipa induk, harapannya tekanan air dan kontinuitas aliran ke rumah-rumah pelanggan dapat meningkat sehingga gangguan distribusi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat berkurang secara signifikan,” imbuhnya. ***
