
Kebun Gizi Lansia Binaan PLN Kaltimra, Panen Sayur Hasilkan Nilai Ekonomi
- Program yang diinisiasi Srikandi PLN UID Kaltimra bersama Rumah Zakat sejak 2025 itu kini berkembang tidak hanya sebagai sumber pangan sehat
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) terus memastikan keberlanjutan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Program Kebun Gizi Lansia di Kelurahan Sempaja Utara, Kota Samarinda.
Program yang diinisiasi Srikandi PLN UID Kaltimra bersama Rumah Zakat sejak 2025 itu kini berkembang tidak hanya sebagai sumber pangan sehat, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Program pemberdayaan tersebut awalnya difokuskan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberdayakan perempuan dan lansia melalui budidaya sayuran hidroponik. Seiring berjalannya waktu, Kebun Gizi Lansia tumbuh menjadi ruang produktif yang menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Selain membudidayakan pakcoy, kelompok pengelola kini mulai mengembangkan tanaman tomat serta budidaya ikan lele sebagai sumber pendapatan tambahan yang mendukung operasional kebun.
Salah satu pengurus Kebun Gizi Lansia, Lusi, mengatakan perkembangan program tersebut tidak lepas dari meningkatnya kemampuan dan semangat para anggota dalam mengelola kebun secara mandiri.
BACA JUGA:
YBM PLN Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 68 Pelajar di Kaltim - ibukotakini.com
"Alhamdulillah, saat ini kami tidak hanya menanam pakcoy, tetapi juga mulai mengembangkan tomat dan budidaya lele. Untuk tomat merupakan tanaman baru yang sedang kami coba. Hasil panen yang diperoleh sebagian kami manfaatkan untuk kegiatan sosial dan kebutuhan masyarakat, sementara sebagian lainnya dijual untuk membantu biaya operasional seperti pembelian bibit, pupuk, dan kebutuhan perawatan kebun," ungkap Lusi pada Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kelompok pengelola rata-rata mampu menjual sekitar 50 ikat pakcoy setiap bulan. Setelah dua kali panen awal dibagikan kepada para lansia dan masyarakat sekitar, hasil panen berikutnya mulai dipasarkan guna menjaga keberlangsungan program.
Tak hanya sayuran, budidaya lele yang dikembangkan juga mulai memberikan hasil positif.
"Untuk budidaya lele, hingga saat ini kami sudah berhasil menjual sekitar 100 kilogram. Walaupun sempat menghadapi kendala karena ada ikan yang mati, alhamdulillah hasilnya cukup baik dan memberikan tambahan pemasukan bagi kelompok. Kami berharap program ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tambahnya.
Keberhasilan Kebun Gizi Lansia juga terlihat melalui berbagai kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Program Jumat Berkah Berbagi Sayur, di mana sayuran yang dibagikan kepada para lansia dan warga berasal dari hasil panen kebun tersebut.
BACA JUGA:
PLN Periksa GIS 4 IKN, Antisipasi Gangguan Pasokan Listrik Sejak Dini - ibukotakini.com
Melalui kegiatan ini, program tidak hanya berorientasi pada produksi pangan sehat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan solidaritas antarwarga.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengatakan perkembangan Kebun Gizi Lansia menjadi bukti bahwa program TJSL yang dirancang secara berkelanjutan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"PLN percaya bahwa keberhasilan sebuah program TJSL tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang. Kebun Gizi Lansia di Sempaja Utara menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan," ujar Meiryandi.
Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan dan lansia dalam mengelola kebun hingga mampu menghasilkan pendapatan menunjukkan bahwa program tersebut telah berkembang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Kami sangat mengapresiasi semangat para pengelola dan anggota kelompok yang terus menjaga keberlangsungan program ini. Dari yang awalnya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, kini berkembang hingga menghasilkan nilai ekonomi yang dapat mendukung operasional secara mandiri. Harapannya, manfaat yang dirasakan masyarakat dapat terus bertumbuh dan menginspirasi pengembangan program serupa di wilayah lainnya," tutup Meiryandi.
Melalui Program Kebun Gizi Lansia, PLN UID Kaltimra menegaskan komitmennya menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperluas akses terhadap pangan sehat dan bergizi, program ini juga mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat peran perempuan dan lansia, serta menciptakan lingkungan yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya. ***
