Kaltim kekurangan pasokan daging domba
Samarinda

Kebutuhan Daging Domba Kaltim Capai 6.000 Ekor per Bulan

  • Populasi Domba Kaltim 4.000 Ekor
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM — Kalimantan Timur masih kekurangan sekitar 40–50 persen pasokan daging domba untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. 

Di sisi lain, permintaan pasar diperkirakan mencapai 5.000–6.000 ekor per bulan, membuka peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus mendukung target swasembada daging daerah.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan, pengembangan peternakan domba dapat menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan pasokan daging dari luar daerah. 

Selain sapi, ayam, dan kambing, domba dinilai memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan hewani di Kaltim.

BACA JUGA:

Inflasi Kaltim September 2026 Tembus 3,98 Persen - ibukotakini.com

Hal itu disampaikan Seno Aji saat menerima audiensi jajaran Dewan Pengurus Daerah Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (DPD HPDKI) Kalimantan Timur di ruang rapat Wakil Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026).

“Kami sudah mendapat laporan bahwa peternak-peternak domba Kaltim ini antusiasmenya sangat luar biasa,” kata Seno Aji.

Menurut dia, kekurangan pasokan daging kambing dan domba perlu diantisipasi melalui penguatan peternakan lokal. Selama ini, Kaltim masih mendatangkan daging beku dari Jawa, bahkan mendatangkan domba hidup dari Australia.

“Kita juga sering mendatangkan daging-daging beku dari Jawa. Juga domba hidup bahkan dari Australia,” ungkapnya, didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Arief Murdiyatno.

BACA JUGA:

Jaga Harga Pangan, Gerakan Pangan Murah Hadir di Balikpapan - ibukotakini.com

Seno berharap HPDKI dapat memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada peternak mengenai pengembangan usaha serta peluang pasar. Dengan demikian, semakin banyak peternak mandiri yang mampu meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan konsumsi di daerah.

“Kami berharap HPDKI ini mampu melahirkan peternak-peternak domba yang mandiri, sehingga mendukung percepatan swasembada daging Kaltim,” harapnya.

Populasi Domba Kaltim Meningkat Jadi 4.000 Ekor

Sekretaris DPD HPDKI Kaltim Adung Karyo Sedio Utomo menjelaskan, populasi domba yang dibudidayakan anggota HPDKI maupun peternak lainnya meningkat dari sekitar 600 ekor menjadi 3.000–4.000 ekor.

Menurut dia, pengembangan usaha peternakan domba telah mencakup berbagai tahapan, mulai dari budidaya, pemotongan, pemasaran, hingga pengolahan produk. Ekosistem usaha tersebut juga melibatkan pelaku usaha katering yang menggunakan daging domba.

BACA JUGA:

Warga Desa Muara Bengalon Berlatih Manajemen Ternak dan Pengendalian Hama - ibukotakini.com

“Kami melakukan ternak domba mulai dari budidaya, pemotongan, pemasaran hingga pengolahannya. Dan domba tidak hanya hasil daging, tetapi juga pupuk (kotoran) dan susu,” ujarnya.

Meski populasi terus bertambah, kebutuhan pasar masih menjadi tantangan bagi peternak lokal. Berdasarkan keterangan HPDKI, permintaan daging domba diperkirakan mencapai 1.000–1.250 ekor per minggu atau sekitar 5.000–6.000 ekor per bulan.

Seorang anggota HPDKI lainnya menyebut pangsa pasar daging domba masih terbuka lebar, dengan kebutuhan yang diperkirakan mencapai 50.000–60.000 ekor dalam satu semester.

Besarnya permintaan tersebut menjadi peluang bagi peternak untuk memperluas budidaya dan meningkatkan kapasitas produksi. Penguatan usaha dari hulu hingga hilir diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mengurangi ketergantungan Kaltim terhadap pasokan dari luar daerah.

BACA JUGA:

Peternak di Kutim Ubah Sampah Organik Jadi Pakan Ternak - ibukotakini.com

Pertemuan tersebut turut dihadiri ketua dan pengurus DPC HPDKI Balikpapan, Bontang, dan Samarinda, serta pengurus DPD HPDKI Kaltim.