
Kejar Waktu 10 Bulan, Kaltim Percepat Cetak Sawah
- Realisasi Cetak Sawah Mencapai 6.600 Hektare
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan cuaca yang kian tak menentu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berpacu dengan waktu untuk mewujudkan swasembada pangan.
Targetnya jelas: mempercepat cetak sawah rakyat agar ketahanan pangan Benua Etam tetap terjaga.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan memastikan seluruh usulan cetak sawah rakyat tidak akan berjalan serampangan.
Setiap lahan akan diverifikasi melalui overlay peta untuk memastikan kesesuaiannya dengan kawasan budidaya pertanian sesuai regulasi.
“Ini penting agar cetak sawah tidak menimbulkan persoalan tata ruang di kemudian hari,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kutai Timur Siapkan 100.000 Hektare Lahan Pertanian - ibukotakini.com
Data provinsi menunjukkan, dari total 12,7 juta hektare luas wilayah Kaltim, hanya sekitar 3,6 juta hektare yang masuk kawasan pertanian.
Di tingkat kabupaten dan kota, sebagian besar lahan justru telah dialokasikan untuk perkebunan.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam mempercepat realisasi cetak sawah rakyat.
Berdasarkan radiogram kementerian, alokasi cetak sawah di Kaltim meliputi 11.500 hektare di Kutai Barat, 6.500 hektare di Kutai Kartanegara, serta 2.000 hektare di Berau.
Khusus Berau, seluruh lahan telah dinyatakan clear dan kini masih berproses pada tahap Survei Investigasi dan Desain (SID).
BACA JUGA:
Fix! Kaltim Mau Buka Lahan untuk Cetak Sawah Baru - ibukotakini.com
Meski demikian, dari total alokasi nasional sebesar 20.000 hektare, realisasi cetak sawah di Kaltim baru mencapai sekitar 6.600 hektare.
Progres ini menjadi perhatian Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menerima audiensi kelompok tani Kutai Kartanegara, Jumat (23/1/2026).
Dalam audiensi tersebut, para petani menyampaikan sejumlah kendala di lapangan.
Mulai dari berkurangnya luasan lahan dibanding usulan awal, hingga kegagalan panen akibat kondisi air Sungai Mahakam yang tidak menentu.
Menanggapi hal itu, Seno Aji menegaskan bahwa swasembada pangan hanya bisa dicapai jika seluruh pihak bergerak cepat dan solid, dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga kelompok tani.
BACA JUGA:
Dinas Pertanian Kaltim Target Cetak Sawah 20.000 Hektare - ibukotakini.com
“Kalau 20.000 hektare ini bisa kita cetak dan panen dua kali setahun, maka produksi beras Kaltim bisa mencapai 350 ribu sampai 400 ribu ton per tahun. Tapi progresnya saat ini masih lambat, sementara target dari pusat cukup ketat,” tegasnya.
Ia mencontohkan keberhasilan panen raya di Bukit Biru sebagai bukti bahwa Kaltim mampu meningkatkan produktivitas.
Dari lahan percontohan seluas 10 hektare, petani berhasil menghasilkan panen sekitar 6,8 ton, berkat pemanfaatan teknologi pertanian modern, mulai dari mekanisasi, pemetaan lahan berbasis teknologi, hingga pemupukan menggunakan drone.
“Ini bukti kita bisa. Tinggal mempercepat pendataan CPCL, verifikasi lapangan, SID, dan penetapan denah sawah. Waktu kita tidak banyak, hanya sekitar 10 bulan ke depan,” ujarnya. ***
