
Kelompok Rentan Diminta Waspada Bahaya Kabut Asap Karhutla
- 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di Kaltim disiagakan untuk memberikan penanganan medis kepada masyarakat yang terdampak paparan asap
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menurunkan kualitas udara.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan paparan polusi dan kabut asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis, seperti asma dan gangguan jantung.
“Polusi dan kabut asap akibat kebakaran hutan semakin meningkat sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan kelompok rentan,” kata Jaya, dikutip dari Antara.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/karhutla-balikpapan-meningkat-49-kasus-tercatat-selama-september
5 langkah Dinkes Kaltim hadapi kabut asap
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, Dinkes Kaltim menyampaikan lima langkah yang dapat dilakukan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan.
1. Tetap berada di dalam rumah saat asap pekat.
Masyarakat dianjurkan menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi ketika kondisi kabut asap memburuk. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi selama kualitas udara berada dalam kondisi buruk.
2. Gunakan masker saat berada di luar rumah.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penyaring partikel, seperti N95 atau KN95. Penggunaan masker tersebut dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya dari udara.
3. Jaga kualitas udara di dalam rumah.
Masyarakat yang memiliki alat penjernih udara dengan filter HEPA dapat mengoptimalkan penggunaannya, terutama ketika konsentrasi asap di luar rumah meningkat.
4. Siapkan obat rutin bagi penderita penyakit kronis.
Jaya mengingatkan masyarakat yang memiliki penyakit kronis untuk memastikan persediaan obat rutin tetap tersedia sesuai resep dokter.
Obat tersebut juga perlu dibawa ketika masyarakat dengan penyakit kronis harus bepergian.
“Bagi penderita penyakit kronis, langkah keempat menekankan pentingnya menyiapkan persediaan obat rutin sesuai resep dokter yang wajib dibawa saat bepergian,” tutur Jaya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/asap-karhutla-dan-musim-kering-kasus-ispa-balikpapan-mulai-naik
5. Jaga kebersihan diri dan cukupi kebutuhan cairan.
Masyarakat diminta memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan mengonsumsi air minum yang bersih dan matang.
Setelah beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga dianjurkan segera mencuci tangan dan muka untuk membersihkan sisa polutan yang menempel.
Dinkes Kaltim siagakan fasilitas kesehatan
Jaya meminta keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk.
“Kami meminta keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan untuk sangat waspada dan membatasi kegiatan di luar ruang selagi udara buruk,” kata Jaya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul setelah terpapar kabut asap.
Jika mengalami gejala darurat, seperti sesak napas, nyeri dada, batuk parah, atau bibir tampak kebiruan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Sebanyak 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di seluruh Kalimantan Timur disiagakan untuk memberikan penanganan medis kepada masyarakat yang terdampak paparan asap.
“Sinergi bersama seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan langkah pencegahan ini sangat menentukan keselamatan kesehatan keluarga kita,” tegas Jaya. ***
