Kelurahan Gunung Bahagia Wakili Balikpapan di Lomba PHBS dan LBS Kaltim
Balikpapan

Kelurahan Gunung Bahagia Wakili Balikpapan di Lomba PHBS dan LBS Kaltim

  • Andalkan Inovasi "Sehat Berataan"
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, terpilih mewakili Kota Balikpapan pada penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat tingkat PKK Provinsi Kalimantan Timur.

Tim verifikasi provinsi melakukan penilaian lapangan pada sejumlah wilayah yang menjadi lokus lomba, di Kelurahan Gunung Bahagia. 

Kunjungan tersebut bertujuan mencocokkan kondisi lapangan dengan dokumen yang telah disampaikan sebelumnya.

Asisten III Bidang Administrasi Sekretariat Pemerintah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menjelaskan, Kelurahan Gunung Bahagia berhasil menjadi juara tingkat kota dan kini melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi.

"Hari ini dilakukan verifikasi lapangan oleh tim provinsi untuk melihat kesesuaian antara dokumen yang kami kirim dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Sebelumnya kami sudah menjadi juara tingkat kota dan sekarang maju ke tingkat provinsi," ucapnya ketika menyambut tim verifikasi lapangan PKK Provinsi Kaltim pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan Gunung Bahagia tidak terlepas dari capaian 12 indikator PHBS yang hampir seluruhnya mencapai 100 persen. Selain itu, berbagai inovasi yang dijalankan dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Balikpapan Selatan Bidik Juara Bertahan Lomba PHBS dan PHBS Tingkat Kaltim - ibukotakini.com

Salah satu keunggulan yang menjadi perhatian tim penilai adalah kemampuan kader kesehatan dalam menggerakkan masyarakat untuk menerapkan budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

"PHBS ini bukan hanya soal lingkungan yang bersih, tetapi bagaimana kader mampu menggerakkan masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Pada penilaian tahun ini, Kelurahan Gunung Bahagia juga memperkenalkan inovasi baru bernama "Sehat Berataan". 

Program tersebut dirancang untuk menjangkau seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari remaja, ibu hamil, bayi, balita hingga lanjut usia.

Melalui program itu, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan konsultasi kesehatan secara langsung dengan melibatkan organisasi profesi kesehatan, seperti dokter dan tenaga medis dari berbagai bidang.

"Melalui inovasi itu, masyarakat bisa berkonsultasi mengenai berbagai persoalan kesehatan, mulai dari penyakit tidak menular, kanker, hingga kesehatan keluarga. Kami juga menggandeng organisasi profesi untuk memperkuat layanan yang diberikan kepada masyarakat," imbuh Andi Sri Juliarty. ***