Kemarau Ancam TPA, DLH Pastikan TPA Manggar Balikpapan Aman dari Api
Balikpapan

Kemarau Ancam TPA, DLH Pastikan TPA Manggar Balikpapan Aman dari Api

  • DLH juga telah menyiapkan langkah darurat apabila terjadi kebakaran.
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar. 

Hal ini dilakukan seiring cuaca panas pada musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. 

Langkah mitigasi diperkuat setelah pemerintah pusat meminta seluruh daerah mengantisipasi kebakaran di TPA, menyusul insiden kebakaran yang terjadi di TPA Jatiwaringin, Provinsi Banten. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, memastikan TPA Manggar dalam kondisi aman karena telah menerapkan sistem pengelolaan yang mampu mengurangi risiko kebakaran, terutama melalui pemanfaatan gas metana. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/karhutla-kaltim-berpotensi-meningkat-waspada-mulai-15-juli-2026

"Alhamdulillah untuk Balikpapan, gas metan sudah kita salurkan ke sekitar 380 rumah tangga. Selain itu ada beberapa titik flare untuk mengendalikan penumpukan gas metan di dalam tanah," terang Sudirman pada Rabu 15 Juli 2026. 

Ia menjelaskan, kebakaran di TPA umumnya dipicu kombinasi suhu udara yang tinggi dengan akumulasi gas metana dari timbunan sampah. 

"Risiko tersebut lebih besar terjadi di TPA yang masih menggunakan sistem open dumping," imbuhnya. 

Menurutnya, TPA Manggar menerapkan sistem sanitary landfill, di mana setiap lapisan sampah ditutup dengan tanah. Metode ini mampu menekan penumpukan gas metana sekaligus mengurangi potensi munculnya titik api. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/bmkg-prediksi-kaltim-masuki-musim-kering-waspada-karhutla

"Kalau open dumping, sampah terus menumpuk sehingga gas metannya ikut menumpuk. Begitu cuaca sangat panas, bisa memicu kebakaran. Di Balikpapan sampah ditutup tanah dan gas metannya dimanfaatkan, sehingga jauh lebih aman," jelasnya. 

Selain mengendalikan gas metana, DLH juga telah menyiapkan langkah darurat apabila terjadi kebakaran. Sarana air untuk penanganan awal telah disiapkan, termasuk prosedur cepat bagi petugas di lapangan.

Sudirman menyebut sebanyak 40 petugas yang bertugas di TPA Manggar telah dibekali pelatihan penanganan keadaan darurat bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang saat ini berganti PHKT.

Meski belum memiliki tim khusus pemadam, seluruh petugas siap bergerak melakukan penanganan awal sebelum bantuan tambahan datang. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/warga-diimbau-tak-buang-limbah-kurban-ke-sungai

"Kalau ada kejadian, seluruh petugas langsung bergerak. Mereka sudah kita latih untuk langkah pertama penanganan darurat," katanya. 

DLH juga menerapkan langkah pencegahan selama musim kemarau, seperti melarang aktivitas pembakaran di area TPA dan melakukan penyiraman pada sejumlah titik ketika suhu meningkat signifikan. 

Sudirman menegaskan, mitigasi tersebut diharapkan mampu menjaga TPA Manggar tetap aman meski cuaca panas masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. 

"Yang terpenting gas metannya sudah tersalurkan sehingga lebih aman. Tetap kita waspadai dan seluruh petugas siaga menghadapi kondisi darurat," pungkasnya. ***