Kaltim Nihil Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 24 Juli 2026
Balikpapan

Kemenag Balikpapan Prediksi Puasa Arafah Kompak Sedunia

  • Mendung Tebal Halangi Hilal
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, Masrivani, memprediksi pelaksanaan ibadah puasa Arafah 1447 Hijriah di Indonesia tahun ini bakal berlangsung serentak secara global, bahkan berbarengan dengan momentum wukuf di Tanah Suci.

Optimisme tersebut didasarkan pada data astronomis (hisab) peralihan bulan baru yang posisinya sudah bertengger sangat tinggi dan memenuhi kriteria.

Meskipun agenda pemantauan (rukiatul) hilal di Balikpapan Islamic Center (BIC) pada Minggu 17 Mei 2026 sore gagal merekam citra akibat terhalang mendung tebal, Masrivani menegaskan hal itu murni karena faktor cuaca lokal, bukan karena hilalnya yang belum ada.

"Dari konjungsinya sudah klir karena terjadi sejak subuh. Ketinggiannya pun telah memenuhi syarat MABIMS, bahkan di Balikpapan sudah mencapai 5 derajat," ungkap Masrivani usai memimpin pemantauan di BIC.

BACA JUGA:

Kemenag Bentuk AHWA, Seleksi Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren

Merujuk pada ketetapan menteri-menteri agama se-Asia Tenggara, batas minimal penentu bulan baru hanyalah berada di tinggi 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Mengingat parameter geometris bulan sore ini sudah jauh melampaui ambang batas tersebut di seluruh wilayah tanah air, Masrivani melihat adanya peluang besar terciptanya keseragaman kalender Islam secara global.

Hasil pengamatan dari langit Kota Minyak yang tertutup awan ini akan langsung dilaporkan ke Jakarta untuk digabungkan dengan data dari wilayah lain pada Sidang Isbat Kemenag RI.

Masrivani menilai, jika ada satu saja daerah di Indonesia yang langitnya bersih dan berhasil memvalidasi keberadaan hilal malam ini, maka ketukan palu pemerintah akan meresmikan 1 Zulhijah jatuh esok hari.

BACA JUGA:

Kemenag Kaji Pengumuman Puasa dan Lebaran Satu Pintu

Kondisi inilah yang membuka skenario ideal bagi umat Muslim di tanah air yang hendak menunaikan ibadah sunah sebelum Iduladha.

"Artinya, bisa diperkirakan kemungkinan di seluruh dunia insyaallah sama satu Zulhijah-nya. Sehingga hari Arafah pada 9 Zulhijah di Indonesia nanti akan berbarengan dengan hari wukuf di Mekkah. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat kita yang ingin berpuasa," tutur Masrivani.

Senada dengan Kemenag, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, memperkuat argumen tersebut lewat data ilmiah sains.

"Momen konjungsi atau segarisnya posisi matahari, bumi, dan bulan sudah terjadi sejak pukul 04.00.55 WITA dengan umur bulan mencapai 14 jam," paparnya.

BACA JUGA: 

Cuaca Ekstrem Arab Saudi Mengintai, Jemaah Haji Balikpapan Jaga Fisik Ekstra

Secara spesifik, koordinat astronomis hilal di atas langit Balikpapan berada pada tinggi 5,17 derajat dan elongasi mencapai 9,75 derajat, sebuah angka yang secara matematis sudah mutlak menandai datangnya bulan baru.