Kerja Sama Antardaerah, Balikpapan, PPU dan Paser Amankan Pasokan Pangan Hadapi Risiko El Nino
Balikpapan

Kerja Sama Antardaerah, Balikpapan Amankan Pasokan Pangan Hadapi Risiko El Nino

  • Kerja sama antardaerah penting dalam memastikan kesinambungan pasokan komoditas pangan
Balikpapan
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kerja sama antardaerah (KAD) diperkuat Pemerintah Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser untuk menjamin pasokan pangan dan mengendalikan harga di tengah meningkatnya risiko El Nino. 

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) gabungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tiga wilayah yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Selasa (11/8/2026). 

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, kerja sama antardaerah menjadi semakin penting karena pasokan sejumlah komoditas pangan di Balikpapan dan PPU masih sangat bergantung pada daerah di luar Kalimantan Timur. 

“Besarnya kontribusi komoditas pangan atau volatile food terhadap realisasi inflasi Balikpapan dan PPU dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pentingnya penguatan sisi pasokan,” kata Robi. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/ppu-tetapkan-status-siaga-darurat-karhutla-mengintai-musim-kemarau

Menurut dia, pasokan pangan ke Kaltim selama ini banyak berasal dari Jawa dan Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena risiko El Nino atau kemarau panjang berpotensi mengganggu produksi di daerah sentra pangan. 

Data BMKG terkini, kata Robi, menunjukkan sejumlah daerah sentra produksi yang menjadi sumber pasokan Kaltim telah berada dalam kategori siaga hingga awas kekeringan. 

“Sehingga berisiko memengaruhi kesinambungan pasokan pangan antardaerah ke depan,” ujarnya. 

Robi menilai kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya meningkatkan produksi pangan lokal, efisiensi usaha tani, serta memperluas sumber pasokan. 

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat implementasi Good Agricultural Practice (GAP), optimalisasi lahan pekarangan keluarga, serta memperluas KAD dengan melakukan diversifikasi daerah pemasok. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/jaga-pasokan-pangan-dan-inflasi-ppu-kerja-sama-kabupaten-karo

Dalam HLM tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) KAD dengan Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba. 

Sementara Pemerintah Kabupaten PPU menandatangani MoU KAD dengan Pemerintah Kabupaten Karo. 

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan pangan dari Karo dan Bulukumba, khususnya komoditas hortikultura seperti wortel, kentang, dan buah-buahan.

Kerja sama juga mencakup potensi komoditas pangan, perikanan, dan hortikultura lainnya yang diproduksi daerah mitra. 

“Kerja sama tersebut juga menjadi langkah strategis dalam perluasan dan diversifikasi sumber pasokan pangan bagi wilayah Balikpapan dan PPU,” kata Robi. 

Kerja sama tersebut kemudian diturunkan ke tingkat operasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/dua-unit-bus-listrik-bakal-lengkapi-transportasi-kota-balikpapan

PKS dilakukan antara Dinas Perdagangan Kota Balikpapan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Karo, Perumda Manuntung Sukses dengan APINDO Kabupaten Karo, serta Perumda Manuntung Sukses dengan Asosiasi Pedagang Kabupaten PPU. 

Menurut Robi, PKS menjadi instrumen untuk menghubungkan produsen, pemasok, distributor, BUMD, hingga pedagang antardaerah. 

Dengan demikian, transaksi KAD diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan pemerintah, tetapi berlanjut pada aktivitas perdagangan yang membuat distribusi pangan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. 

Sebagai bukti konkret, dalam rangkaian HLM tersebut dilakukan pembukaan kontainer komoditas hortikultura dari Kabupaten Karo yang dipasok ke Balikpapan. 

"Kontainer tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama antardaerah yang telah dibangun untuk memperkuat ketahanan pasokan pangan Kaltim," imbuh Robi. 

Selain mengamankan pasokan dari daerah mitra, TPID juga mendorong peningkatan produksi pangan lokal. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/begini-cara-pemprov-kaltim-amankan-pasokan-pangan-di-mahulu

BI Balikpapan bersama TPID Balikpapan, PPU, dan Paser mendorong penerapan GAP melalui Workshop Tani Camp 2026. 

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani dan pelaku pertanian agar mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. 

Di PPU dan Balikpapan, Workshop Tani Camp 2026 dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2026 dengan fokus budidaya cabai, terong, dan tomat. 

Sementara di Kabupaten Paser, kegiatan telah berlangsung pada 6-7 Agustus dengan fokus budidaya padi dan ayam petelur. 

Kegiatan tersebut juga melibatkan TP-PKK, kelompok pra sejahtera, kelompok kelurahan madani, serta perwakilan siswa dan guru tingkat SMP dan SMA. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/wali-kota-balikpapan-rahmad-masud-bantah-istri-akan-maju-pilkada

Upaya stabilisasi harga juga terus dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah (PM), dan Operasi Pasar (OP). 

Hingga Agustus 2026, Balikpapan telah melaksanakan 82 kegiatan, PPU sebanyak 45 kegiatan, dan Paser sebanyak 139 kegiatan. 

Di Balikpapan, penguatan ketahanan pangan juga dilakukan melalui pendistribusian 1.500 bibit ikan nila, edukasi belanja bijak, serta business matching antara SPPG dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sementara PPU menjalankan gerakan tanam cabai dan tomat di lahan pekarangan, optimalisasi lahan padi, serta penguatan sektor perikanan dan peternakan. 

Di Kabupaten Paser, pengendalian pasokan dilakukan melalui sidak pasar, pengawasan distribusi, monitoring LPG 3 kilogram bersubsidi, serta penyaluran bantuan pangan kepada 22.913 penerima.***