Kesadaran Legalitas Meningkat, UMKM Balikpapan Serbu Festival Perizinan
Balikpapan

Kesadaran Legalitas Meningkat, UMKM Balikpapan Serbu Festival Perizinan

  • Festival melayani pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga akses pembiayaan KUR dan konsultasi bisnis.
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM Kota Balikpapan 2026 tak hanya jadi agenda seremonial. Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) ini menjadi “one stop service” bagi pelaku usaha. 

Berbagai layanan tersedia, mulai dari urusan legalitas hingga permodalan, semua bisa diakses dalam satu tempat. 

Berkolaborasi dengan berbagai instansi seperti DPMPTSP, Bank Kaltimtara, BPJS Ketenagakerjaan, hingga lembaga terkait lainnya, festival ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil UMKM. 

Mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga akses pembiayaan KUR dan konsultasi bisnis.

Pendekatannya pun dibuat lebih praktis. Pelaku usaha tidak perlu lagi berpindah-pindah lokasi untuk mengurus berbagai kebutuhan. Dalam satu hari, berbagai layanan bisa diselesaikan sekaligus.

Kurator UMKM, Amir Iskandar menyebut, konsep ini menjadi kekuatan utama kegiatan. Menurutnya, festival ini bukan hanya memfasilitasi, tetapi juga mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan yang lebih terarah.

BACA JUGA:

RAT Koperasi Korpri Beriman, Pengembangan Unit Usaha Jadi Perhatian - ibukotakini.com

“Di sini pelaku UMKM bukan hanya dibantu legalitasnya, tapi juga diarahkan bagaimana bisnis mereka bisa berkembang. Mulai dari pemasaran, packaging, strategi penjualan, sampai pengelolaan keuangan,” ungkapnya Kamis (23/4/2026) di Gedung Parkir Klandasan. 

Kegiatan ini digelar secara bergilir di seluruh wilayah kecamatan di Kota Balikpapan. Saat ini giliran Balikpapan Tengah menjadi lokasi pelaksanaan. 

Antusiasme pelaku usaha pun terlihat tinggi di setiap titik penyelenggaraan.

Antrean terlihat sejak pagi di sejumlah meja layanan. Mereka datang dengan kebutuhan yang beragam. Di antara mereka ada yang baru merintis usaha, ada pula yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Dengan kegiatan ini UMKM yang kerap terkendala akses dan informasi, kini bisa langsung terhubung dengan berbagai pihak dalam satu forum.

“Antusiasnya luar biasa. Banyak yang datang untuk mendaftarkan legalitas usaha, ada juga yang konsultasi supaya usahanya bisa berkelanjutan. Ini jadi sinyal positif,” tambah Amir.

BACA JUGA:

Pemkot Balikpapan Percepat Verifikasi PSU - ibukotakini.com

Tak hanya soal kemudahan, ia menambahkan festival ini juga menjadi ruang belajar. Pelaku UMKM mulai diperkenalkan dengan cara berpikir sebagai “pengusaha”, bukan sekadar penjual. 

Mereka didorong untuk memahami pasar, membaca kebutuhan konsumen, hingga membangun strategi bisnis jangka panjang.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan memperkuat UMKM, fondasi ekonomi lokal diharapkan semakin tangguh, kompetitif, dan berdaya saing.

Amir berharap kegiatan serupa bisa terus dimanfaatkan pelaku usaha. Menurutnya, manfaat yang diberikan tidak hanya praktis, tapi juga strategis.

“Semua ada di sini. Tidak perlu ke sana kemari. Ini kesempatan besar untuk UMKM berkembang,” katanya.

Melihat tingginya partisipasi, festival ini diharapkan mampu menjadi pemicu bagi pelaku UMKM lain untuk ikut terlibat. 

Bukan hanya untuk mendapatkan kemudahan, tetapi juga untuk naik kelas dan memperkuat bisnisnya di tengah persaingan yang semakin dinamis.

BACA JUGA:

Duta Besar Australia Roderick Brazier Dijadwalkan Sambangi Balikpapan - ibukotakini.com

Ketua UMKM Balikpapan Tengah, Dyah Rutmani menyebut, pemerintah melalui kegiatan ini turut memperkuat basis data UMKM sekaligus memfasilitasi pelaku usaha yang masih terkendala aspek perizinan dan administrasi lainnya.

“Menariknya, seluruh layanan diberikan tanpa biaya, bahkan pelaku UMKM mendapatkan voucher yang dapat dibelanjakan di stan yang tersedia,” ujarnya.

Partisipasi pelaku UMKM dalam festival ini menunjukkan tren positif. Dari sekitar 240 pelaku usaha yang terdata di wilayah tersebut, sebanyak 98 UMKM tercatat sudah memiliki legalitas dan aktif dalam forum. 

Meski belum seluruhnya terdaftar, kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk memperluas jangkauan pendataan sekaligus pembinaan.

Menurut Dyah, kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya legalitas usaha saat ini juga semakin meningkat. 

“Hal ini menjadi modal penting dalam mendorong usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan, sekaligus memudahkan akses terhadap berbagai program pembinaan maupun permodalan,” tukasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)