
Ketahanan Sistem Air Bersih di Balikpapan Harus Dibenahi
- Cari Sumber Air Baku dan Tekan Kebocoran Jaringan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Ketersediaan air bersih di Balikpapan mulai menghadapi tantangan serius seiring terbatasnya sumber air baku yang selama ini menjadi tumpuan.
Kondisi ini mendorong perlunya diversifikasi sumber air, termasuk mempertimbangkan pengolahan air laut sebagai alternatif.
Akademisi Institut Teknologi Kalimantan, Riza Hudayrizka, menilai persoalan utama tidak hanya terletak pada distribusi, tetapi juga pada ketahanan sistem air secara menyeluruh.
Menurutnya, ketergantungan pada sumber air terbatas membuat sistem menjadi rentan, terutama di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat.
BACA JUGA:
Krisis Air Baku, Balikpapan Kaji Desalinasi hingga Suplai Antarwilayah - ibukotakini.com
“Ketergantungan pada sumber terbatas membuat sistem mudah tertekan saat kebutuhan naik,” ujarnya dalam Diskusi Ilmiah Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Balikpapan.
Desalinasi Jadi Alternatif, Tapi Mahal
Salah satu solusi yang mulai dilirik adalah teknologi sea water reverse osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut.
Teknologi ini mampu mengolah air laut menjadi air layak pakai dengan memisahkan garam dan mineral melalui tekanan tinggi.
Namun, Riza mengingatkan bahwa penerapan teknologi ini membutuhkan biaya besar, terutama dari sisi energi.
“Komponen energi menjadi faktor dominan dalam operasional, bahkan bisa mendekati setengah dari total biaya,” jelasnya.
BACA JUGA:
Harga Plastik Naik, Pemerintah Lirik Bahan Baku dari Sawit - ibukotakini.com
Selain itu, sistem desalinasi memerlukan infrastruktur kompleks, mulai dari pengambilan air laut, pengolahan awal, filtrasi, hingga integrasi dengan jaringan distribusi.
Artinya, desalinasi bukan sekadar solusi teknis, tetapi harus dirancang sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi.
Distribusi Air Masih Jadi PR
Di sisi lain, efisiensi jaringan distribusi air di Balikpapan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Kebocoran jaringan yang menyebabkan kehilangan air dinilai dapat mengurangi efektivitas jika pasokan baru ditambahkan tanpa pembenahan sistem.
“Tanpa perbaikan distribusi, penambahan sumber air tidak akan sepenuhnya menjawab kebutuhan,” tegasnya.
BACA JUGA:
Lahan Jadi Kendala Pembangunan Koperasi Merah Putih di Balikpapan - ibukotakini.com
Pengalaman kota pesisir seperti Perth menunjukkan bahwa desalinasi dapat menjadi sumber utama air bersih, tetapi hanya efektif jika didukung integrasi sistem yang baik serta ketersediaan energi yang memadai.
Sebagai kota pesisir, Balikpapan memiliki peluang untuk mengembangkan teknologi ini. Bahkan, beberapa sektor industri telah memanfaatkannya dalam skala terbatas.
Meski demikian, penerapan untuk kebutuhan kota membutuhkan perencanaan matang, termasuk aspek pembiayaan, kapasitas produksi, hingga dampaknya terhadap tarif layanan air.
Dalam kondisi saat ini, desalinasi belum bisa menjadi solusi tunggal untuk mengatasi krisis air di Balikpapan. Teknologi ini lebih tepat diposisikan sebagai salah satu opsi dalam memperkuat ketahanan air kota.
BACA JUGA:
Situs Loker Koperasi Merah Putih Dibuka, Pelamar Soroti Persyaratan - ibukotakini.com
Dengan tantangan keterbatasan sumber dan sistem distribusi yang belum sepenuhnya efisien, upaya diversifikasi sumber air menjadi langkah penting agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi di masa depan.
