Indistri kimia dasar dan farmasi mendominasi realisasi investasi Kaltim.
Ekonomi

Kimia dan Farmasi Mendominasi Investasi Kaltim di Triwulan III-2022

  • IBUKOTAKINI.COM – Tingginya investasi sektor barang kimia dan farmasi tak lepas dari penanganan Covid-19 oleh pemerintah.
Ekonomi
Redaksi

Redaksi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Investasi sektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi masih mendominasi realisasi investasi di Kalimantan Timur. Data ini terungkap dari data realisasi investasi Triwulan III tahun 2022 yang dirilis Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP), Senin, 13 Februari 2023. 

Tingginya investasi sektor barang kimia dan farmasi tak lepas dari penanganan Covid-19 yang masih melanda sebagian wilayah Indonesia. Termasuk Kalimantan Timur. 

Sektor berikutnya yang menunjang realisasi investasi ialah pertambangan, serta tanaman pangan, perkebunan dan peternakan.

"Ini terlihat pada triwulan III. Tiga sektor sangat mendominasi investasi PMDN di Kaltim," kata Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto.

Menurut Puguh, jika dilihat berdasarkan sektor usaha, maka realisasi investasi PMDN yang dapat dicapai sampai triwulan III tahun lalu menunjukkan subsektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi mengalami penambahan investasi terbesar mencapai Rp5 triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha sebesar 51,39 persen.

BACA JUGA:

Pertambangan sebagai kontributor kedua mencapai Rp3,07 triliun atau 31,52 persen. Tanaman pangan, perkebunan dan peternakan kontributor ketiga mencapai Rp459,53 miliar atau 4,72 persen.

"Secara keseluruhan terdapat sekitar 21 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN pada triwulan III tahun 2022," jelasnya seperti dikutip dalam keterangan yang dipublikasikan Biro Adpimprov Kaltim.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, terdistribusi pada subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Kaltim yang menyerap tenaga kerja paling banyak 3.817 orang atau 33,83 persen dari total jumlah tenaga kerja yang terserap melalui tambahan investasi PMDN.

Selanjutnya subsektor pertambangan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.931 orang atau 33,83 persen dari total seluruh tenaga kerja yang terserap.

Subsektor perdagangan dan reparasi menyerap tenaga kerja sebanyak 469 orang atau 5,41 persen. "Yang jelas, itu semua berkat kebijakan yang selalu dimudahkan Gubernur dan Wagub," jelasnya. ###