
Kinerja Kuartal III 2026: Kredit CIMB Niaga Tumbuh 6,7 Persen
- CIMB Niaga berhasil menjaga struktur likuiditas yang sehat
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada sembilan bulan pertama 2026.
Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan, bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini membukukan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp242,6 triliun.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan ini ditopang oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta fokus pada efisiensi operasional.
"Di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang, kami bersyukur dapat terus menjaga kinerja yang stabil, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan pengelolaan risiko yang pruden," ungkap Lani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dari sisi pendanaan, CIMB Niaga berhasil menjaga struktur likuiditas yang sehat. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp273,7 triliun per 30 September 2026.
Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan current account and savings account (CASA) atau dana murah yang meningkat 4,4 persen YoY menjadi Rp197,0 triliun.
Komposisi ini mendongkrak rasio CASA ke level optimal di angka 72,0 persen, mencerminkan tingginya loyalitas nasabah serta keberhasilan transformasi digital bank.
BACA JUGA:
CDI Perluas Bisnis Maritim, Elara Dalimbar 1 Punya Crane 150 Ton - ibukotakini.com
Secara keseluruhan, total aset konsolidasian CIMB Niaga tumbuh 4,2 persen YoY menjadi Rp384,8 triliun. Bank juga mempertahankan permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 23,7 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) pada posisi 87,7 persen.
Kontribusi Segmen Korporasi dan Pembiayaan Berkelanjutan (Sustainable Financing)
Pertumbuhan kredit sebesar 6,7 persen YoY didukung oleh kinerja positif dari berbagai segmen. Yakni Perbankan Korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,1 persen YoY.
Perbankan Komersial tumbuh stabil sebesar 6,4 persen YoY. Dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tumbuh 1,9 persen YoY.
Perbankan Konsumer dengan penyaluran kredit tetap terjaga dengan baik.
Sementara itu, Unit Usaha Syariah (CIMB Niaga Syariah) mempertahankan posisinya sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan mencapai Rp49,4 triliun dan DPK sebesar Rp52,5 triliun.
BACA JUGA:
RUU Perampasan Aset Dikebut DPR: Bakal Libatkan 80 Lembaga - ibukotakini.com
Komitmen terhadap aspek lingkungan dan sosial juga terus diperkuat. Hingga kuartal III 2026, total pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) CIMB Niaga mencapai Rp65 triliun, atau setara dengan 26,6 persen dari total portofolio pembiayaan bank.
Adopsi Digital Pesat: 90 Persen Transaksi Lewat OCTO
Transformasi digital menjadi motor penggerak efisiensi CIMB Niaga. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, 90 persen total transaksi nasabah telah dialirkan melalui kanal digital.
Platform perbankan digital unggulan, OCTO, mencatatkan lonjakan penggunaan yang signifikan:
- Transaksi QRIS: Meroket 69 persen YoY.
- Transfer BI-FAST: Tumbuh 38 persen YoY.
- Pembayaran Tagihan: Meningkat 29 persen YoY.
- Transaksi Investasi Digital: Volume transaksi reksa dana, SBN Ritel, dan obligasi sekunder naik 22 persen YoY.
Selain untuk ritel, CIMB Niaga juga memperluas ekosistem digital bagi korporasi dan pelaku bisnis melalui peluncuran OCTOBIZ pada ajang CIMB Niaga Business Summit 2026, yang dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan arus kas, valas (FX Booking), hingga Supply Chain Financing secara terintegrasi. ***
