
Kloter Satu Menuju Madinah, Satu Calhaj Gagal Berangkat
- Jamaah Hamil Sebelum Keberangkatan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Perjalanan suci musim haji 2026 resmi dimulai dari Balikpapan, Minggu 26 April 2026 dini hari.
Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menjadi saksi keberangkatan ratusan tamu Allah asal Kota Samarinda yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1.
Namun, di balik khidmatnya prosesi tersebut, terselip sebuah catatan haru. Dari total kuota 360 jemaah, satu orang dipastikan gagal bertolak.
Hasil pemeriksaan kesehatan akhir menunjukkan sang jemaah tengah mengandung dengan usia kehamilan kurang dari dua minggu.
BACA JUGA:
Sebuah kondisi yang secara dramatis baru terdeteksi saat inspeksi manual di asrama.
Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mochlis Hasan, mengungkapkan keputusan pembatalan ini murni demi keselamatan medis.
"Berdasarkan aturan medis penerbangan dan haji, kondisi ini tidak memungkinkan untuk diberangkatkan. Jemaah yang bersangkutan menerima keputusan ini dengan ikhlas dan akan dijadwalkan kembali pada musim haji berikutnya," tuturnya.
Alhasil, sebanyak 359 jemaah—terdiri dari 153 laki-laki dan 206 perempuan melanjutkan langkah mereka.
BACA JUGA:
Pemberangkatan Haji 2026 Balikpapan: Termuda 18, Tertua 80 Tahun
Tahun ini, pelayanan terasa lebih teduh. Tak ada lagi pemandangan jemaah lansia yang harus bersusah payah menapaki tangga manual di landasan pacu yang terjal.
Seluruh jemaah kini masuk ke perut pesawat melalui garbarata ataujet bridge.
Branch Communication and Service Department Head Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Risdianto, menjelaskan bahwa penggunaan garbarata di Gate 11 menjadi standar baru untuk menjaga keamanan jemaah.
Khusus bagi jemaah berkebutuhan khusus atau pengguna kursi roda, panitia menyediakan akses lift melalui Gate 10 sebelum akhirnya tetap masuk melalui lorong garbarata yang sama.
BACA JUGA:
Internet Haji 2026 Makin Mudah, Tri Ibadah Temani Jamaah Tetap Terhubung
"Kita pisah, untuk yang normal tetap lewat garbarata Gate 11. Sedangkan yang berkebutuhan khusus atau menggunakan kursi roda juga di Gate 10 melalui lift, kemudian masuk ke garbarata Gate 11 di tahap akhir," jelas Iwan.
Di atas aspal landasan, armada Airbus A330-900 Neo GA 4101 telah bersiap. Pesawat berbadan lebar ini menawarkan ruang napas lebih lega melalui kabin Airspace serta mesin Rolls-Royce Trent 7000 yang senyap, memastikan ketenangan batin jemaah terjaga selama belasan jam perjalanan.
Di antara jemaah yang berangkat, terdapat 59 lansia dan 21 jemaah pengguna kursi roda yang menjadi prioritas.
Komitmen "Haji Ramah Lansia" benar-benar diwujudkan sejak pintu keberangkatan hingga di dalam kabin.
BACA JUGA:
Pesawat dijadwalkan melakukan pengisian bahan bakar sejenak di Jakarta, sebelum akhirnya membelah langit menuju Madinah.***
