Kegiatan serah terima sumur bor dilakukan serentak, Senin tgl 15 juni 2026.
Balikpapan

Kolaborasi BMH, Polda Kaltim dan Indah Berbagi Foundation Resmikan 16 Sumur Bor

  • Atasi Keterbatasan Akses Air Bersih di Wilayah Terpencil
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM — Dalam upaya mengatasi keterbatasan akses air bersih di wilayah terpencil, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) resmi menyerahkan bantuan 16 unit sumur bor secara serentak di berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur pada Senin (15/6/2026).

Program yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Polda Kaltim, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kaltim, dan Indah Berbagi Foundation.

Proyek kemanusiaan yang telah berjalan sejak September 2025 ini menargetkan pemenuhan kebutuhan sanitasi dan konsumsi bagi fasilitas publik serta masyarakat rentan.

Solusi Berkelanjutan untuk 3.664 Jiwa

Akses air bersih yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian warga Kalimantan Timur, terutama saat musim kemarau tiba. Keterbatasan ini berdampak langsung pada aktivitas harian, kesehatan lingkungan, hingga kegiatan ibadah.

Melalui asesmen dan survei kebutuhan yang ketat, bantuan ini disalurkan secara spesifik ke 16 titik yang mencakup masjid, musholla, pondok pesantren, panti asuhan, serta pemukiman warga di enam wilayah, yaitu Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser, Berau, dan Kutai Barat. Program ini diperkirakan memberikan dampak positif langsung bagi 3.664 jiwa.

Menariknya, pemanfaatan infrastruktur ini didesain secara komunal. Satu titik sumur bor tidak hanya melayani satu lembaga, melainkan juga dialirkan untuk mencakup kebutuhan masyarakat luas di lingkungan sekitarnya demi menciptakan dampak kesejahteraan yang berkelanjutan.

Menembus Tantangan Geografis

Proses pembangunan 16 unit sumur bor ini tidak berjalan tanpa hambatan. Tim di lapangan dihadapkan pada tantangan geografis yang berat, mulai dari lokasi penerima manfaat yang berada di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit, hingga kondisi struktur tanah yang menyulitkan proses pengeboran.

Selain risiko keselamatan kerja, tim beberapa kali harus melakukan survei tambahan dan memindahkan titik pengeboran akibat tidak ditemukannya sumber air pada koordinat awal. Kendati demikian, penyesuaian teknis terus dilakukan demi memastikan sumur dapat berfungsi optimal saat diserahterimakan.

Sinergi dan Kepedulian Sosial

Serah terima bantuan dilakukan secara simbolis oleh masing-masing Kapolsek di setiap wilayah kepada pengurus lembaga dan ketua RT setempat. Langkah ini menjadi simbol kehadiran kepolisian di tengah-tengah masyarakat.

Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Kami dari Polda Kaltim bersyukur dapat bersinergi bersama BMH Kaltim dan Indah Berbagi Foundation dalam menghadirkan bantuan sumur bor bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Mohamad Yazid dalam keterangannya, Senin (15/6). 

"Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, membantu memenuhi kebutuhan air bersih, serta menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial dapat menghadirkan solusi bagi masyarakat." 

Hingga saat ini, kolaborasi antara institusi kepolisian dan lembaga sosial ini dipastikan akan terus berlanjut guna memantau keberlanjutan fungsi sumur bor, sekaligus merancang program-program mitigasi krisis air bersih lainnya di wilayah Kalimantan Timur.***