
Komisaris Utama Samator Heyzer Harsono Tutup Usia
- Samator Indo Gas Ungkap Dampaknya terhadap Bisnis
Komunitas Kita
IBUKOTAKINI.COM – Komisaris Utama PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), Heyzer Harsono, meninggal dunia pada Jumat (30/10/2026). Kepergian salah satu petinggi perusahaan gas industri tersebut disampaikan langsung Wakil Direktur Utama Samator, Imelda Mulyani Harsono, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Imelda Mulyani Harsono menyampaikan bahwa jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan Samator Indo Gas turut berduka atas meninggalnya Heyzer Harsono.
“Segenap jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan Perseroan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya beliau, serta mengapresiasi segala dedikasi, integritas, dan kontribusi yang telah diberikan selama masa baktinya bagi Perseroan,” tulis Imelda dalam keterbukaan informasi.
Meski kehilangan Komisaris Utama, Samator Indo Gas memastikan aktivitas perusahaan tetap berjalan normal.
BACA JUGA:
Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, DPR Minta Tarif Listrik Industri Dievaluasi - ibukotakini.com
Perseroan menyatakan, meninggalnya Heyzer tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
"Komposisi dan jumlah anggota Dewan Komisaris saat ini masih memenuhi ketentuan POJK No. 33/POJK.04/2014," demikian penjelasan Imelda Mulyani Harsono.
Ketentuan tersebut mencakup pemenuhan jumlah minimum anggota Dewan Komisaris serta proporsi Komisaris Independen.
Pengawasan Samator Indo Gas Tetap Berjalan
Imelda Mulyani Harsono juga memastikan tugas dan fungsi pengawasan Dewan Komisaris tetap berjalan secara penuh dan efektif meskipun posisi Komisaris Utama ditinggalkan Heyzer Harsono.
BACA JUGA:
Apresiasi SKK Migas untuk Balikpapan: Izin Cepat, Lingkungan Dijaga - ibukotakini.com
Seluruh tanggung jawab pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi akan dijalankan bersama anggota Dewan Komisaris yang masih menjabat.
Pelaksanaan tugas tersebut mengikuti prinsip kolegialitas dan Anggaran Dasar Perseroan.
Sementara itu, pengisian jabatan Komisaris Utama secara definitif belum ditetapkan.
Samator Indo Gas menyatakan keputusan mengenai pengganti Heyzer Harsono akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian, untuk sementara, perusahaan memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan tanpa harus menunggu penetapan Komisaris Utama yang baru.
BACA JUGA:
BIKE Kantongi Kontrak Rp3,8 Triliun dari PLN Indonesia Power - ibukotakini.com
Sejarah Samator Indo Gas
Samator didirikan oleh pengusaha Surabaya, Arief Harsono pada tahun 1975. Awalnya Arief membangun pabrik asetilena yang berkembang menjaid bisnis properti dengan segmen utama melayani kebutuhan internal, seperti pembangunan pabrik air separation plant (ASP), stasiun pengisian, dan pergudangan.
Pada 1986, Arief membangun pabrik oksigen pertama dan terus berkembang hingga ekspansi ke Jabodetabek dengan membangun pabrik di Jakarta dan Bekasi pada 1992. Perusahaan ini juga membina klub bola voli ternama yakni Surabaya Samator pada 2022.
Pada tahun 2004 Keluarga Harsono mengakuisisi seluruh saham PT Aneka Gas Industri (AGI) yang dimiliki PT Tira Austenite. Setelah akuisisi ini, Samator Group memasuki bisnis otomotif yang bergerak di perdagangan mobil.
Mereka juga membangun pabrik di wilayah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pendiri perusahaan ini, Arief Harsono, meninggal dunia saat Covid 19 melanda Indonesia tahun 2021. ***
