
KONI Balikpapan Bidik Potensi Olahraga Dayung
- Pengembangan olahraga dayung sejalan dengan potensi Balikpapan sebagai kota pesisir
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Olahraga air berbasis dayung dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang di Balikpapan. Meski belum sepenuhnya tersentuh pembinaan resmi, minat masyarakat terhadap cabang olahraga ini disebut sudah mulai tumbuh.
Ketua KONI Balikpapan, Gasali, mengatakan keberadaan sejumlah klub dayung di Balikpapan menjadi sinyal positif bagi pengembangan olahraga tersebut. Namun, selama ini klub-klub tersebut belum terintegrasi dengan sistem pembinaan di bawah KONI.
“Potensinya besar. Klub-klub sudah ada, hanya saja belum terkoneksi dengan KONI,” tutur Gasali usai menghadiri Festival Dayung Manggar 2025 di kawasan De Boekit Riverside pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Menurut Gasali, olahraga dayung secara struktural berada di bawah cabang olahraga dayung. Karena itu, diperlukan penyambungan antara komunitas, klub, dan induk organisasi agar pembinaan atlet bisa berjalan berjenjang dan terarah.
Dalam kegiatan tersebut, ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan sejumlah klub peserta dan bertukar kontak sebagai langkah awal. Ke depan, KONI Balikpapan akan memfasilitasi klub-klub tersebut agar terhubung dengan pengurus cabor dayung.
“Harapannya, klub-klub ini bisa ikut terlibat dalam agenda resmi seperti kejuaraan daerah maupun event lain,” kata Gasali.
BACA JUGA:
Festival Dayung Manggar Tarik Atlet SUP Dunia ke Balikpapan - ibukotakini.com
Selain pembinaan prestasi, KONI juga melihat olahraga dayung memiliki nilai strategis sebagai bagian dari pengembangan event kota. Gasali menyebut adanya arahan Wali Kota Balikpapan agar kegiatan olahraga air dapat dikemas menjadi agenda rutin tahunan.
KONI Balikpapan, lanjutnya, akan menjajaki komunikasi dengan pengelola kawasan pesisir agar penyelenggaraan event dapat berlangsung berkelanjutan. Terlebih, kegiatan seperti Festival Dayung Manggar telah melibatkan peserta dari luar daerah hingga mancanegara.
“Kehadiran peserta internasional menunjukkan Balikpapan punya daya tarik, bukan hanya dari sisi olahraga, tapi juga wisatanya,” ujarnya.
Gasali menilai pengembangan olahraga dayung sejalan dengan potensi Balikpapan sebagai kota pesisir. Jika dikelola secara konsisten, event olahraga air diyakini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi dan mendukung pemasukan daerah.
“Olahraga dan pariwisata bisa berjalan bersama. Ini peluang yang perlu dimaksimalkan untuk kota,” tutupnya. ***
