Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, memaparkan program Sport Science 2026 untuk tingkatkan prestasi atlet melalui integrasi data dan teknologi biomekanika.
Samarinda

KONI Kaltim Perkuat Sport Science di 2026

  • 4 Pilar Utama Tim Sport Science
Samarinda
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur resmi meluncurkan program kerja Bidang Sport Science dan IPTEK untuk tahun anggaran 2026. 

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata transformasi pembinaan atlet dari metode konvensional menuju pendekatan berbasis data dan teknologi.

​Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa penerapan sport science bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi Benua Etam untuk bersaing di level nasional maupun internasional.

BACA JUGA:

KONI Kaltim Siapkan Road Map Menuju 3 Besar PON 2028 NTB–NTT

​Integrasi Data dan Teknologi untuk PORPROV & PON

​Dalam keterangannya, Rusdiansyah Aras menjelaskan bahwa fokus utama di tahun 2026 adalah integrasi data performa atlet.

Program ini dirancang khusus untuk mengawal kesiapan atlet menuju gelaran akbar PORPROV 2026 dan proyeksi jangka panjang PON 2028.

​"Kita ingin setiap program latihan atlet didasarkan pada data yang akurat. Melalui integrasi data dengan Bidang Binpres, kita bisa memantau perkembangan fisik dan teknik atlet secara real-time," ujar Rusdiansyah.

​Empat Pilar Utama Tim Sport Science

​Untuk mendukung visi tersebut, KONI Kaltim telah membagi struktur tim ahli ke dalam empat divisi strategis:

  1. ​Divisi Fisik & Biomekanika: Fokus pada analisis teknik gerakan menggunakan video analysis.
  2. ​Divisi Medis & Fisioterapi: Menjamin pemulihan (recovery) atlet dan pencegahan cedera dini.
  3. ​Divisi Nutrisi & Gizi: Memastikan asupan harian dan suplemen atlet sesuai dengan standar performa tinggi.
  4. ​Divisi Psikologi Olahraga: Memperkuat mentalitas bertanding dan manajemen stres atlet di lapangan.

​Fokus pada Analisis Biomekanika dan Kesehatan

​Program kerja tahun 2026 akan diawali dengan asesmen menyeluruh pada Triwulan I dan III. 

Rusdiansyah Aras menyoroti penggunaan teknologi kamera berkecepatan tinggi (High-Speed Camera) untuk mengoreksi teknik gerakan atlet, terutama pada cabang olahraga teknik seperti renang, atletik, bela diri, hingga angkat besi.

​"Bukan hanya fisik, kesehatan jantung dan kondisi medis menyeluruh melalui pemeriksaan EKG dan tes darah juga menjadi prioritas. Kita ingin memastikan atlet kita berada dalam kondisi prima sebelum berlaga," tambahnya.

BACA JUGA:

Gazali Terpilih Pimpin KONI Balikpapan, Pembinaan Atlet Jadi Sorotan

​Dengan penguatan di sektor IPTEK, KONI Kaltim optimis mampu mempertahankan supremasi olahraga Kalimantan Timur di tingkat nasional dan melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga unggul secara teknik dan mental.***