Peringati HUT KORPRI ke-55, DP KORPRI Balikpapan salurkan bantuan 1.800 lele, 1 ton beras dan 1.900 bibit ke 90 KRS di Manggar dan 19 Kampung KB
Balikpapan

KORPRI Balikpapan Peduli Stunting, 1.800 Lele dan 1 Ton Beras Dibagikan

  • Peringati HUT KORPRI ke-55, DP KORPRI Balikpapan salurkan bantuan 1.800 lele, 1 ton beras dan 1.900 bibit ke 90 KRS di Manggar dan 19 Kampung KB
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Dewan Pengurus KORPRI Kota Balikpapan menunjukkan kepedulian nyata dalam penanganan stunting. 
Tepat di peringatan HUT KORPRI ke-55, program KORPRI PEDULI STUNTING resmi digulirkan dengan menyasar keluarga risiko stunting di wilayah pesisir. 

Kegiatan penyerahan bantuan dipusatkan di Aula Serbaguna Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (5/11/2026). 

Hadir mewakili Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Penjabat Sekda Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, jajaran pengurus KORPRI Balikpapan, serta para penerima manfaat. 

Wakil Ketua Panitia HUT KORPRI ke-55 Kota Balikpapan yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih, dalam laporannya menyampaikan program ini merupakan bentuk intervensi langsung kepada keluarga berisiko. 

"Dalam peringatan HUT KORPRI ke 55 ini,  memiliki serangkaian program, salah satunya adalah KORPRI PEDULI STUNTING. Kami berkeinginan untuk melakukan intervensi meskipun dengan sasaran terbatas," ucap Sri Wahyuningsih. 

Program KORPRI Peduli Stunting Balikpapan

Sri Wahyuningsih merinci, sasaran program kali ini sebanyak 90 orang yang terdiri dari 40 keluarga risiko stunting di Kelurahan Manggar, 40 orang di Kelurahan Manggar Baru, ditambah 10 orang kader TPK di dua wilayah tersebut. 

Setiap penerima mendapatkan paket pangan bergizi lengkap. Di antaranya Ikan Lele Hidup Siap Olah untuk mendukung perkembangan otak dan pertumbuhan fisik bayi, balita dan bumil. 

Kemudian Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 10 Kilogram dan Minyak Goreng 0,9 Liter. 

"Beras sebagai pemenuh kebutuhan karbohidrat dan energi utama, ditambah minyak goreng sebagai pemenuh lemak esensi pembantu pengolahan makanan tambahan yang higienis di tingkat rumah tangga," jelasnya. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/peringati-hut-ke-55-korpri-asn-balikpapan-pasok-stok-darah-pmi

Menariknya, di tengah efisiensi anggaran Tahun Anggaran 2026, program ini tetap berjalan dengan memberdayakan potensi yang dimiliki Perangkat Daerah. 

Sri Wahyuningsih memaparkan bantuan lain yang diberikan adalah pembagian bibit dan kompos untuk ketahanan pangan keluarga. 

Sebanyak 1.900 bibit dan 190 karung kompos akan dibagikan kepada 19 kelembagaan Kampung KB yang ada di Balikpapan. Masing-masing Kampung KB akan menerima 100 bibit dan 10 karung kompos. Pembagian dilakukan bertahap pada tanggal 5, 10 dan 17 November 2026. 

"Harapan kami, para kader di 19 Kampung KB lebih bisa dukung program ketahanan keluarga dengan giat menanam sayur mayur, memelihara bibit yang sudah diberikan dan mengurangi langkah kaki ke tukang sayur pada saat panen nantinya," tukas Sri Wahyuningsih. 

Program Peduli Stunting 

Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Agus Budi Prasetyo mewakili Wali Kota memberikan sambutan sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 10 perwakilan Keluarga Risiko Stunting dan 3 perwakilan Kampung KB, sekaligus membuka resmi agenda KORPRI Peduli Stunting. 

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menegaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi kesehatan.

Pemerintah juga harus memperkuat ketahanan pangan keluarga, memastikan kecukupan gizi, serta menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. 

"Stunting bukan sekadar urusan medis di hilir, tetapi juga berkaitan dengan ketidakcukupan konsumsi pangan dan faktor keamanan pangan di tingkat hulu," kata Rahmad dalam sambutan yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Balikpapan Agus Budi Prasetyo. 

Ia mengatakan, Pemkot Balikpapan terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kebijakan dan program lintas sektor. Salah satunya melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pedoman Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting. 

Selain memperkuat regulasi, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Hingga saat ini, distribusi beras kualitas premium telah mencapai lebih dari 28 ton. 

"Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan sumber protein hewani kepada masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.
Dia mengapresiasi kontribusi KORPRI yang dinilai memberikan dukungan nyata terhadap program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mempercepat penurunan stunting di Balikpapan. 

"Penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor," tutupnya. (ADV-Diskominfo Balikpapan)