KPB–Uniba Kampanyekan Zero Stigma HIV dan
Balikpapan

KPB–Uniba Kampanyekan Zero Stigma HIV dan TB

  • Kegiatan ini diikuti mahasiswa, pelajar, dan sivitas akademika terkait literasi kesehatan HIV dan TB yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia
Balikpapan
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kesadaran kesehatan di kalangan usia produktif menjadi sorotan dalam peringatan Bulan K3 Nasional. 

Melalui kolaborasi, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bersama Universitas Balikpapan menggelar sosialisasi HIV dan tuberkulosis (TB) bertema Zero Stigma, Zero Penularan di Auditorium Putri Aji Karang Melenu, Balikpapan, Jumat (13/2).

Kegiatan ini diikuti mahasiswa, pelajar, dan sivitas akademika. Fokusnya memperkuat literasi kesehatan pada kelompok usia produktif, di tengah fakta bahwa HIV dan TB masih menjadi tantangan serius di Indonesia. 

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan Indonesia termasuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia, dengan estimasi lebih dari satu juta kasus pada 2025.

Bagi kota industri seperti Balikpapan, persoalan ini tak hanya menyangkut kesehatan individu. Dampaknya merembet ke produktivitas, ketahanan sosial, hingga kualitas sumber daya manusia. 

Kurangnya pemahaman dan stigma dinilai berpotensi menghambat deteksi dini dan pengobatan, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penularan.

BACA JUGA:

KPB Gulirkan “Energizing Our Iman” Sambut Ramadan 1447 H - ibukotakini.com

Vice President Legal & Relation KPB Asep Sulaeman menjelaskan, edukasi kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan pembangunan daerah.

“Kota Balikpapan ditopang oleh usia produktif sebagai penggerak industri dan pembangunan. Jika generasi mudanya tidak terlindungi dari risiko penyakit menular atau masih terjebak stigma, yang terancam bukan hanya kesehatan individu, tetapi masa depan produktivitas kota,” terangnya.

Menurut Asep, pendekatan edukatif diarahkan untuk membangun pengetahuan sekaligus empati.

“Kami ingin generasi muda memahami cara penularan, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini HIV dan TB. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan keberanian untuk tidak memberi stigma. Zero stigma adalah langkah awal menuju zero penularan,” katanya.

BACA JUGA:

KPB Bekali Difabel Balikpapan Keterampilan Perkantoran - ibukotakini.com

Materi sosialisasi disampaikan Dewa Donny Lesmana dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Ia menyebut keterbukaan informasi dan pemeriksaan dini sebagai kunci memutus rantai penularan. 

Kolaborasi industri, institusi pendidikan, dan pemerintah dinilai krusial untuk memperluas literasi kesehatan di kalangan muda.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif. Salah satu pelajar, SMA Negeri 8 Balikpapan, Endin Heratiansyah, mengaku memperoleh pemahaman baru tentang HIV/AIDS dan pencegahannya.

“Edukasi langsung dari tenaga kesehatan sangat membantu. Harapannya, kegiatan seperti ini lebih sering digelar agar semakin banyak masyarakat paham pentingnya pencegahan sejak dini,” ujarnya. ***