Sebanyak 156 orang mendaftar Kutimpreneur Batch 2 KPC, 80 terpilih mengikuti pembinaan kewirausahaan.
Kutai Timur

KPC Buka Kutimpreneur Batch 2, 80 Peserta Siap Digembleng Jadi Pengusaha

  • KPC Dampingi Peserta Selama Dua Tahun
Kutai Timur
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM – Minat generasi muda dan pelaku usaha di Kutai Timur (Kutim) untuk mengembangkan kewirausahaan cukup tinggi. Program Kutimpreneur Batch 2 yang digagas PT Kaltim Prima Coal (KPC) menerima 156 pendaftar, jauh di atas target awal 80–90 peserta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 peserta terpilih mengikuti rangkaian pembinaan kewirausahaan yang diawali dengan Selling Competition di Wisma Rayah PT KPC, Sangatta, Selasa (15/9/2026).

Mengusung tema “Kreatif Berkarya, Berani Berwirausaha”, program CSR KPC ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kutim.

Para peserta berasal dari 45 bidang usaha dengan latar belakang beragam. Sebanyak 50 peserta merupakan pelaku usaha aktif, 15 orang membawa ide bisnis yang akan dirintis, sementara 14 lainnya merupakan mantan pelaku usaha yang ingin kembali membangun bisnis.

BACA JUGA:

Lewat Koperasi, Peternak Ayam Bengalon akan Alihkan Penjualan ke Daging Beku - ibukotakini.com

80 Peserta Lolos Seleksi Kutimpreneur

Tingginya jumlah pendaftar terlihat sejak masa registrasi yang berlangsung pada 23 Agustus hingga 7 September 2026. Panitia yang semula menargetkan 80–90 pendaftar justru menerima 156 pendaftar.

Setelah melalui proses seleksi dan penugasan, 80 peserta ditetapkan mengikuti program.

Specialist Community Empowerment (CE) KPC sekaligus Person in Charge (PIC) kegiatan, Rio Rahim, mengatakan Kutimpreneur menyasar wirausahawan muda berusia 18–30 tahun.

Menurut dia, Selling Competition menjadi tahap awal untuk mengasah kemampuan peserta dalam memasarkan produk sekaligus menguji gagasan bisnis yang mereka miliki.

BACA JUGA:

Jalan Pengalih 18,6 Km di Kutim Resmi Dibuka - ibukotakini.com

“Alhamdulillah pembukaan berjalan lancar dan hari ini langsung masuk sesi selling competition pertama. Harapan kami, kegiatan ini mampu menumbuhkan wirausahawan baru di Kutai Timur sehingga dapat mendongkrak perekonomian daerah sekaligus menekan angka pengangguran,” ujar Rio.

Peserta Kutimpreneur Jalani Pembinaan Bertahap

Setelah Selling Competition, sebanyak 30 peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti Business Camp selama tiga hari dua malam.

Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Praktik Pengembangan Bisnis selama satu bulan. Rangkaian pembinaan dirancang bertahap, mulai dari kemampuan menjual hingga pengembangan usaha.

Puncak program akan berlangsung melalui Business Proposal Competition. Pada tahap ini, peserta mempresentasikan proposal bisnis di hadapan dewan juri dan investor potensial.

BACA JUGA:

Bandara Tanjung Bara Mulai Layani Penerbangan Umum - ibukotakini.com

Rangkaian tersebut diharapkan membantu peserta menguji kelayakan ide bisnis sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan usaha.

KPC Dampingi Peserta Selama Dua Tahun

General Manager ESD KPC Wawan Setiawan mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti Kutimpreneur Batch 2.

Ia meminta peserta menjalani seluruh tahapan dengan komitmen sekaligus membangun semangat berbagi.

“Mari menjadi pengusaha muda yang berjiwa sosial dan menciptakan kebaikan bagi sesama. Keberkahan adalah bekal penting dalam perjalanan panjang ke depan. Saya yakin, pada waktunya teman-teman akan menjadi pengusaha sukses,” tutur Wawan.

BACA JUGA:

Produksi Batu Bara Dipangkas 26 Juta Ton, Kutim Kehilangan Rp2,34 Triliun - ibukotakini.com

Setelah rangkaian pembinaan selesai, KPC masih akan memberikan pendampingan dan pemantauan secara intensif selama dua tahun.

Pendampingan tersebut ditujukan untuk menjaga keberlanjutan usaha peserta agar pengembangan bisnis tidak berhenti setelah pelatihan dan kompetisi berakhir.

Dengan 156 pendaftar dan 80 peserta terpilih, Kutimpreneur Batch 2 menjadi wadah pembinaan yang mempertemukan pelaku usaha aktif, calon wirausaha, serta mereka yang ingin kembali membangun bisnis.

Program ini diarahkan untuk melahirkan wirausaha muda Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. ***