
Krakatau Steel Lepas The Royale Hotel Rp312 Miliar ke Hotel Indonesia Natour
- Fokus Kembali ke Bisnis Inti
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melepas unit usaha The Royale Krakatau Hotel Cilegon senilai Rp312 miliar kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN).
Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) sebagai bagian dari restrukturisasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan konsolidasi bisnis perhotelan di bawah Holding Pariwisata InJourney.
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan Kamis, 2 Juli 2026, KSI telah menandatangani Perjanjian Pemisahan Usaha Bersyarat dengan PT Hotel Indonesia Natour dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney pada 26 Juni 2026.
Transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, namun tidak mengandung benturan kepentingan dan bukan merupakan transaksi material karena hanya setara sekitar 2,58% dari ekuitas Krakatau Steel per 31 Desember 2025.
Sebagai kompensasi atas pengalihan unit usaha hotel, PT Hotel Indonesia Natour akan menerbitkan saham baru Seri C yang akan diambil oleh KSI sesuai nilai transaksi.
BACA JUGA:
Laba Bersih PT Krakatau Steel (KRAS) USD 4,6 Juta di Kuartal I-2026 - ibukotakini.com
Pelaksanaan aksi korporasi tersebut masih bergantung pada sejumlah prasyarat, termasuk hasil uji tuntas, persetujuan kreditur, serta persetujuan korporasi dari para pihak.
Fokus Kembali ke Bisnis Inti
Manajemen Krakatau Steel menjelaskan pelepasan bisnis hotel bertujuan memurnikan fokus usaha KSI pada bisnis inti, yakni pengembangan kawasan industri, infrastruktur, utilitas, dan jasa pendukung.
Di sisi lain, pengelolaan hotel akan diserahkan kepada Hotel Indonesia Natour yang memiliki kompetensi khusus di sektor perhotelan nasional.
Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan PT Danantara Asset Management (Persero) terkait konsolidasi hotel-hotel BUMN agar dikelola dalam satu ekosistem di bawah InJourney.
BACA JUGA:
Profil Mufli Ananda, Asisten Raffi Ahmad yang Jadi Komisaris Krakatau Posco - ibukotakini.com
“Transaksi ini diharapkan dapat memperkuat posisi bisnis, meningkatkan sinergi, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi PT KSI maupun Perseroan dan grup Perseroan,” tulis Perseroan.
Dampak terhadap Kinerja KRAS Terbatas
Berdasarkan simulasi yang disampaikan perseroan, dampak transaksi terhadap kondisi keuangan Krakatau Steel relatif kecil.
Setelah transaksi dilakukan, total aset diproyeksikan turun tipis dari US$2,765 miliar menjadi US$2,765 miliar, sementara ekuitas turun dari US$725,5 juta menjadi US$722,5 juta.
Penjualan bersih diperkirakan berubah dari US$959,8 juta menjadi US$955,4 juta, sedangkan laba bersih nyaris tidak berubah, yakni dari US$339,64 juta menjadi US$339,59 juta.
Hal tersebut menunjukkan pelepasan aset hotel tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel.
Penilai Sebut Transaksi Wajar
Sebelum transaksi dilakukan, aset hotel dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Edi Andesta dan Rekan.
BACA JUGA:
Ramai Dibahas Netizen, Begini Kinerja PT Krakatau Posco pada Kuartal I-2026 - ibukotakini.com
Hasil penilaian menyebut nilai pasar unit usaha hotel mencapai Rp302,30 miliar, sedangkan nilai transaksi disepakati sebesar Rp312 miliar.
Setelah melakukan analisis kewajaran, penilai independen menyimpulkan harga transaksi masih berada dalam kisaran yang diperbolehkan regulator dan dinyatakan sebagai transaksi yang wajar (fair).
Bagi investor, aksi korporasi ini menunjukkan Krakatau Steel melanjutkan strategi restrukturisasi dengan melepaskan aset non-inti dan memusatkan sumber daya pada bisnis baja serta pengembangan kawasan industri.
Sementara itu, aset perhotelan BUMN akan semakin terkonsolidasi di bawah ekosistem InJourney sebagai bagian dari transformasi perusahaan pelat merah.***
