Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Bayu Adi Hardiyanto.
Kabar Ibu Kota

Kredit Kaltim Tembus Rp223 Triliun, Tumbuh 22,8 Persen

  • Ekonomi Kaltim Diproyeksi Tumbuh 2,5-3,5 Persen
Kabar Ibu Kota
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai Rp223,17 triliun pada triwulan II 2026, tumbuh 22,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan pembiayaan perbankan masih menopang aktivitas ekonomi daerah. Berdasarkan penggunaannya, kredit modal kerja pada Juli 2026 tumbuh 42,30 persen yoy, sedangkan kredit investasi meningkat 22,41 persen. Kredit konsumsi juga tumbuh 2,29 persen.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Bayu Adi Hardiyanto, mengatakan ekspansi kredit tersebut diikuti kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat 1,35 persen pada Juli 2026.

BACA JUGA:

72% Rumah di Balikpapan Dibeli KPR, Capai Rp5 Triliun - ibukotakini.com

“Di tengah pertumbuhan kredit yang tinggi, kualitas pembiayaan juga masih terjaga,” kata Bayu Adi Hardiyanto dalam pernyataan dilansir kanal Pemprov Kaltim, Sabtu (19/9/2026).

Kredit Pertambangan Tumbuh 63,50 Persen

Secara sektoral, pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada sektor pertambangan yang mencapai 63,50 persen yoy.

Berikutnya, kredit sektor industri pengolahan tumbuh 43,70 persen. Sementara kredit konstruksi serta transportasi dan pergudangan masing-masing tumbuh 25,26 persen dan 23,25 persen.

Dari sisi pangsa, sektor pertambangan dan pertanian masih mendominasi penyaluran kredit Kaltim dengan kontribusi gabungan sekitar 39,32 persen.

BACA JUGA:

Asing Jual Saham Rp438,5 Miliar, IHSG Gagal Bertahan di 6.700 - ibukotakini.com

Secara spasial, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat pertumbuhan kredit tertinggi pada Juni 2026, yakni 56,02 persen. Kabupaten Berau menyusul dengan pertumbuhan 45,20 persen.

Meski pertumbuhan tersebar di berbagai daerah, penyaluran kredit masih terkonsentrasi di Balikpapan dan Samarinda. Gabungan kedua kota tersebut menyerap sekitar separuh total kredit Kaltim.

Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) Kaltim mencapai Rp154,48 triliun pada triwulan II 2026. Kontraksinya menyempit menjadi 2,69 persen.

Pada Juli 2026, DPK kembali tumbuh positif sebesar 2,74 persen. Perbaikan tersebut turut memperkuat kapasitas pembiayaan perbankan di daerah.

BACA JUGA:

Kredit BCA Tembus Rp1.036 Triliun, Laba Bersih Rp29,5 Triliun! - ibukotakini.com

Ekonomi Kaltim Diproyeksi Tumbuh 2,5-3,5 Persen

BI Kaltim memperkirakan ekonomi daerah sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 2,5-3,5 persen.

Industri pengolahan diproyeksikan menjadi salah satu penopang melalui peningkatan kapasitas pengilangan minyak dan gas (migas) serta pengembangan industri turunannya.

Aktivitas konstruksi dan investasi juga diperkirakan tetap bergerak seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk pengembangan kawasan legislatif dan yudikatif.

Selain itu, proyek industri dan investasi swasta di kawasan industri maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru. Proyek Soda Ash di Bontang menjadi salah satu proyek yang diperkirakan menopang aktivitas konstruksi.

BACA JUGA:

CIMB Niaga Tebar Promo Diskon hingga 50 Persen - ibukotakini.com

Sektor pertanian dan pertambangan juga masih memiliki ruang untuk tumbuh. Peningkatan permintaan crude palm oil (CPO) domestik melalui pengembangan industri turunannya.

Aktivitas konstruksi dan investasi juga diperkirakan tetap bergerak seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk pengembangan kawasan legislatif dan yudikatif.

Selain itu, proyek industri dan investasi swasta di kawasan industri maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru. Proyek Soda Ash di Bontang menjadi salah satu proyek yang diperkirakan menopang aktivitas konstruksi.

Sektor pertanian dan pertambangan juga masih memiliki ruang untuk tumbuh. Peningkatan permintaan crude palm oil (CPO) domestik melalui pengembangan biodiesel berpotensi mendorong industri sawit, sementara permintaan energi dari negara mitra dagang dapat menopang ekspor batu bara.

BACA JUGA:

Promo September Gokil, Diskon Angsuran Honda PCX 160 Hingga Rp 7,2 Juta - ibukotakini.com

“Untuk menjaga momentum tersebut, perkembangan kuota produksi, biaya energi dan logistik, serta kondisi cuaca tetap harus kita cermati,” ujar Bayu. ***