
Kredit Perbankan Balikpapan Tumbuh Rp42,53 T, BI Sebut NPL Membaik
- Perdagangan dan Pertanian Melesat, Konstruksi IKN Diproyeksikan Masif di Triwulan IV
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kinerja intermediasi perbankan di Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan yang mencakup gabungan Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser tetap terjaga kuat pada triwulan III 2026.
Penyaluran kredit terus mencatatkan tren positif di tengah dinamika penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mengalami penurunan.
KPwBI Balikpapan mencatat penyaluran kredit perbankan mencapai Rp42,53 triliun atau tumbuh 7% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Meski melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan II 2026 yang sebesar 17,66% (yoy) dengan nominal Rp41,51 triliun, aktivitas intermediasi yang tetap tumbuh positif ini menandakan aktifnya peran perbankan dalam menyokong sektor riil, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan global.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa penyaluran kredit yang tetap tumbuh positif ini menunjukkan optimisme dan peran aktif perbankan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di daerah.
"Penyaluran kredit yang tetap tumbuh positif tersebut menunjukkan tetap aktif dan berperannya perbankan dalam mendukung peningkatan aktivitas usaha di sektor riil dan ekonomi daerah, sehingga mendukung penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global yang masih mengemuka," ungkap Robi Ariadi pada Jumat, 30 Oktober 2026.
BACA JUGA:
APLN Bukukan Pendapatan Rp4,4 Triliun, Laba Komprehensif Melonjak 2.006% - ibukotakini.com
Seiring dengan kinerja penyaluran kredit yang solid, tingkat risiko kredit atau Non-Performing Loan (NPL) perbankan di wilayah Balikpapan dan sekitarnya justru menunjukkan perbaikan signifikan.
Ia menyebut, rasio NPL pada triwulan III 2026 berhasil ditekan menjadi 2,34%, membaik dari triwulan II 2026 yang sebesar 2,57%.
“Angka ini berada jauh di bawah ambang batas aman (threshold) regulator sebesar 5%.,” tukasnya.
Ditinjau dari jenis penggunaannya, struktur penyaluran kredit di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan masih didominasi oleh pembiayaan produktif (investasi dan modal kerja) dengan pangsa mencapai 64,40%. Sisa 35,60% diserap oleh sektor konsumsi.
- Kredit Investasi: Menjadi penopang utama dengan pangsa terbesar mencapai 39,88% dari total kredit. Jenis kredit ini tumbuh 7,86% (yoy), didorong oleh berlanjutnya investasi proyek konstruksi, hilirisasi industri, serta tingginya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi daerah.
- Kredit Konsumsi: Menduduki pangsa terbesar kedua (35,60%) dan mengalami akselerasi pertumbuhan sebesar 6,43% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tercatat 5,95% (yoy). Akselerasi ini disokong oleh kuatnya daya beli masyarakat pada skema kredit multiguna, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan kendaraan bermotor.
- Kredit Modal Kerja: Tumbuh sebesar 6,46% (yoy) guna mendukung operasional sektor riil, seperti pembelian bahan baku dan pengelolaan persediaan barang jadi untuk ekspansi usaha.
BACA JUGA:
BNI Perkuat Layanan Digital, Pengguna wondr Tembus 16,6 Juta - ibukotakini.com
Perdagangan dan Pertanian Melesat, Konstruksi IKN Diproyeksikan Masif di Triwulan IV
Pembiayaan perbankan berbasis Lapangan Usaha (LU) bertumpu pada tiga sektor utama yang mencerminkan karakteristik ekonomi lokal:
- LU Konstruksi (Pangsa 18,40%): Mengalami kontraksi tipis 2,17% (yoy) akibat aktivitas pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara yang masih terbatas pada triwulan berjalan, namun diproyeksikan akan kembali masif pada triwulan IV 2026.
- LU Perdagangan (Pangsa 14,67%): Tumbuh melesat 12,62% (yoy), didorong peningkatan aktivitas MICE di Balikpapan serta persiapan pasokan persediaan barang menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
- LU Pertanian (Pangsa 11,12%): Tumbuh 4,67% (yoy) untuk menopang produksi dan pengembangan perkebunan di Kabupaten Paser.
Kredit UMKM Bangkit, Kualitas Kredit Membaik ke Level 3,6%
Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatatkan pemulihan positif menjadi Rp12,88 triliun atau tumbuh 0,34% (yoy), berbalik dari triwulan II 2026 yang sempat terkoreksi -0,23% (yoy) di angka Rp12,79 triliun.
Robi mengatakan, pangsa kredit UMKM terhadap total penyaluran kredit stabil di level 30,28%.
“Yang lebih krusial, perbaikan kinerja ini diimbangi oleh menurunnya rasio NPL UMKM dari 4,2% menjadi 3,6%, memberikan dorongan optimisme bagi perbankan untuk terus menyalurkan pembiayaan ke backbone perekonomian daerah,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Tingkatkan Hasil Panen, Pemkab PPU Adopsi Drone Pertanian - ibukotakini.com
Di tengah kuatnya ekspansi kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan mengalami penurunan. DPK tercatat sebesar Rp44,58 triliun, atau terkoreksi 10,42% (yoy) dibandingkan triwulan II 2026 yang sebesar Rp49,52 triliun (tumbuh 4,15% yoy).
Struktur DPK masih didominasi oleh dana murah berupa Tabungan (54,44%), diikuti Giro (27,88%), dan Deposito (17,69%). Kombinasi antara pertumbuhan kredit yang positif dan penurunan DPK mendorong kenaikan rasio likuiditas atau Loan to Deposit Ratio (LDR) menjadi 95,39% pada triwulan III 2026, naik signifikan dari 83,82% pada triwulan sebelumnya.
Mengenai langkah strategis ke depan, Robi Ariadi menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menjaga koordinasi dan sinergi lintas sektor guna memperkuat peran intermediasi perbankan.
"Bank Indonesia Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, mitra strategis terkait, serta perbankan untuk mendorong penguatan aktivitas intermediasi perbankan secara optimal, inklusif, dan berkualitas. Upaya ini didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar Bank Indonesia guna memacu penyaluran kredit ke sektor riil dengan tetap memprioritaskan stabilitas sistem keuangan," pungkas Robi Ariadi. ***
