
Kualitas Udara Balikpapan Dipantau 24 Jam, DLH: Status Masih Sedang
- Kondisi kualitas udara Balikpapan saat ini berada pada kategori sedang
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus memantau kualitas udara di wilayah Kota Balikpapan secara real time selama 24 jam.
Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Dyaleksana mengatakan, pemantauan dilakukan menggunakan dua alat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berada di Balai Pelabuhan Baru dan kantor DLH Balikpapan.
Kedua alat tersebut bekerja sepanjang waktu untuk mengukur kondisi kualitas udara. Data hasil pemantauan juga terhubung dengan Kementerian Lingkungan Hidup sehingga kondisi udara dapat dipantau secara berkala.
"Kita punya alat dua, ada di Balai Pelabuhan Baru, ada di DLH. Dan itu real time 24 jam," kata Sudirman pada Selasa, 29 September 2026.
BACA JUGA:
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, kondisi kualitas udara Balikpapan saat ini berada pada kategori sedang. Status tersebut belum masuk kategori berbahaya bagi masyarakat.
"Posisinya sedang, berarti belum berbahaya," jelasnya.
Sudirman menerangkan, kualitas udara memiliki beberapa tingkatan atau kategori. Masyarakat dapat mengetahui kondisi tersebut melalui informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi, DLH Balikpapan mengimbau warga memantau kualitas udara melalui aplikasi iSPUnet LH yang tersedia di Play Store.
"Download iSPUnet LH di Play Store, itu akan lihat status kualitas udara setiap hari, real time ada di sana," ujarnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/asap-karhutla-dan-musim-kering-kasus-ispa-balikpapan-mulai-naik
Sudirman menyebut, pemantauan menggunakan AQMS berbeda dengan kondisi kabut yang biasanya terlihat pada pagi hari dan kemudian menghilang.
AQMS melakukan pengukuran kualitas udara sepanjang hari. Data yang dihasilkan berasal dari pengukuran secara berkala setiap jam.
"Kalau kabut itu hanya pagi, kan? Tapi itu kan hilang. Nah ini kan udara ini ngeceknya bukan hanya pagi, 24 jam," tandasnya.
Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi udara yang terlihat secara kasatmata. Sebab, kualitas udara dapat berubah sepanjang hari dan perlu dipantau berdasarkan hasil pengukuran.
"Alat yang kita ukur 24 jam itu per jam," tambah Sudirman.
Pihaknya meminta masyarakat memanfaatkan informasi dari iSPUnet LH sebagai rujukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara terkini.
"Ketersediaan data secara real time tersebut diharapkan membantu masyarakat mendapatkan informasi mengenai kualitas udara secara lebih mudah, dan meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi perubahan kondisi udara di Balikpapan," pungkasnya. ***
