
Kualitas Udara Balikpapan Tidak Sehat, Disdikbud Berlakukan PJJ 29-31 Oktober
- Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Akibat kualitas udara Balikpapan yang belum sehat pada Rabu (28/10/2026). Pemerintah Kota Balikpapan kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan PJJ Balikpapan ini akan diterapkan selama tiga hari ke depan, mulai Kamis hingga Sabtu, 29-31 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra, memastikan kebijakan tersebut diambil demi melindungi kesehatan peserta didik.
"Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi. Terutama pada pagi hari, ketika kualitas udara berdasarkan pemantauan indeks standar pencemar udara (ISPU) menunjukkan kondisi yang belum sehat," jelas Adwar Skenda Putra.
Kualitas Udara Balikpapan Hari Ini: PM2.5 Sepinggan dan Balikpapan Baru Turun Tapi Tetap Berisiko.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara di Instagram resmi @disdikbud.balikpapan pada Rabu (28/10/2026), kondisi udara pagi masih mengkhawatirkan.
Pada pukul 10.00 Wita, angka PM2.5 di kawasan Sepinggan tercatat sebesar 96, sementara di Balikpapan Baru berada di angka 83. Kedua angka tersebut masuk kategori tidak sehat.
Memasuki pukul 12.20 Wita, kualitas udara Balikpapan menunjukkan perbaikan. PM2.5 di Sepinggan turun menjadi 91 dan di Balikpapan Baru turun menjadi 78.
BACA JUGA:
HUT IDI ke-76, Pemkot Balikpapan Siapkan Beasiswa Dokter Spesialis - ibukotakini.com
Meski ada penurunan angka PM2.5 Balikpapan menjelang siang, Disdikbud tetap memutuskan PJJ. Pasalnya, paparan kabut asap paling berbahaya terjadi pada pagi hari saat jam berangkat sekolah.
Partikulat PM2.5 adalah partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Dampak kabut asap sangat berisiko bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan.
Ia mengatakan selama PJJ 29-31 Oktober, materi pembelajaran tidak akan membebani siswa.
"Sekolah diminta fokus pada kegiatan literasi, tugas terstruktur, dan penguatan karakter," tuturnya.
Selama PJJ Balikpapan berlangsung, Disdikbud Balikpapan mengimbau orang tua dan wali murid untuk mengawasi dan mendampingi anak belajar dari rumah.
"Selain memastikan anak mengikuti jadwal pembelajaran, orang tua juga diharapkan membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kabut asap Balikpapan masih terjadi," ujarnya.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan akibat kabut asap, seperti batuk, sesak napas, atau iritasi, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," tukasnya.
(ADV-Diskominfo Balikpapan)
