
Kurangi Sampah, Wali Kota Balikpapan Minta Optimalkan MRF
- MRF diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan bagi warga Balikpapan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Volume sampah yang terus meningkat menjadi tantangan serius bagi Balikpapan. Untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat pengelolaan sampah melalui optimalisasi Material Recovery Facility (MRF) Gunung Bahagia, dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat sejak dari rumah.
Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah armada pengangkut atau memperluas TPA. Pengelolaan harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, melalui pemilahan dan pengurangan sampah sejak awal.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menilai keterlibatan warga menjadi kunci agar sistem pengelolaan sampah kota berjalan berkelanjutan.
“Kalau sampah bisa diselesaikan dari rumah, dipilah, dan dikelola sejak awal, beban kota akan jauh berkurang. MRF seperti di Gunung Bahagia ini menjadi simpul penting karena menghubungkan peran warga dengan sistem pengelolaan kota,” ungkap Rahmad saat meninjau aktivitas MRF, Minggu (8/2/2026).
MRF Gunung Bahagia selama ini menjadi contoh pengelolaan sampah dari hulu ke hilir di tingkat kelurahan. Sampah organik diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk tanaman sayur, buah, dan bunga. Sementara itu, sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi.
BACA JUGA:
Ubah Perilaku Warga, Kunci Atasi Masalah Sampah Kota - ibukotakini.com
Pola pengelolaan tersebut dinilai efektif menekan volume sampah yang harus dibuang ke TPA, sekaligus mengubah sampah dari beban menjadi sumber daya. Menurut Rahmad, model ini sejalan dengan program Clean, Green, and Healthy (CGH) yang menempatkan lingkungan bersih dan sehat sebagai fondasi kualitas hidup warga.
“Yang kita bangun bukan sekadar fasilitas, tetapi budaya. Budaya memilah sampah, budaya bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan budaya saling peduli,” katanya.
Ia menekankan, perubahan perilaku masyarakat jauh lebih penting dibandingkan pembangunan fisik semata. Selain berfungsi sebagai tempat pengolahan, MRF diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan bagi warga.
Kolaborasi antara pemerintah, RT, kelurahan, dan komunitas lingkungan dinilai krusial agar semangat pengelolaan sampah dapat menyebar ke wilayah lain di Balikpapan.
“Kita ingin setiap kelurahan punya semangat yang sama. Kalau Gunung Bahagia bisa, kelurahan lain juga pasti bisa, asal dikerjakan bersama,” pungkas Rahmad. ***
