Pemkab Kutai Timur menyiapkan perluasan Komite Gender ke perusahaan sawit lainnya setelah program diterapkan di enam perusahaan pada 2026.
Kutai Timur

Kutim Siapkan Perluasan Komite Gender ke Perusahaan Sawit

  • Enam Perusahaan Jadi Model
Kutai Timur
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas pembentukan dan penguatan Komite Gender ke lebih banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Program yang saat ini diterapkan di enam perusahaan sawit tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Pemkab Kutim akan melakukan pembinaan berkelanjutan sekaligus menjadikan pengalaman enam perusahaan itu sebagai model pengembangan pengarusutamaan gender di sektor perkebunan.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim sekaligus Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Idham Cholid, mengatakan enam perusahaan yang telah mengikuti program menjadi tahap awal dalam memperkuat perlindungan dan kesetaraan bagi pekerja perempuan di lingkungan perkebunan.

Menurut dia, keberadaan Komite Gender diharapkan mampu menjadi wadah untuk menyerap aspirasi pekerja, mendorong perlindungan hak perempuan, hingga membangun komunikasi yang lebih baik dengan manajemen perusahaan.

BACA JUGA:

Menembus Ombak Demi Warga, Ini Dedikasi Mantri BRI di Pelosok Wakatobi - ibukotakini.com

“Enam perusahaan sebagai sampel ini, dengan harapan setelah dibentuk dan penguatan ini, maka nanti program-program kerja sebagaimana yang sudah disampaikan tadi di enam perusahaan itu akan mendapat dukungan dari manajemen perusahaan,” ujar Idham saat menghadiri pembentukan Komite Gender PT Kemilau Indah Nusantara (KIN) di Kecamatan Bengalon, Sabtu (29/8/2026).

Dukungan Manajemen Jadi Kunci Komite Gender di Perusahaan Sawit

Idham menegaskan dukungan manajemen perusahaan menjadi faktor penting agar Komite Gender tidak hanya berhenti pada pembentukan struktur organisasi.

Menurutnya, komite perlu memiliki program kerja yang dapat dijalankan secara berkelanjutan sehingga persoalan terkait hak pekerja perempuan dan potensi diskriminasi dapat ditangani melalui mekanisme yang lebih terarah.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menyiapkan program pembinaan dan pelatihan bagi pengurus Komite Gender.

BACA JUGA:

IKN Wujudkan Hunian Inklusif, Pekerja Perempuan Dapat Perlindungan Ekstra - ibukotakini.com

Pendampingan akan dilakukan DPPPA Kutim bersama Yayasan Solidaridad Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung, sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.

“Supaya berkelanjutan nanti, maka ada program pembinaan dari DPPPA dengan Solidaridad baik secara langsung maupun tidak. Kemudian ada lagi pelatihan-pelatihan juga,” jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, pengurus Komite Gender diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai kesetaraan gender sekaligus kemampuan menjalankan program kerja di lingkungan perusahaan.

Enam Perusahaan Jadi Model Pengarusutamaan Gender di Kutim

Enam perusahaan yang saat ini menjadi lokasi pembentukan dan penguatan Komite Gender diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan perkebunan sawit lainnya di Kutim.

BACA JUGA:

Raih Penghargaan Hardiknas 2026, Kaltim Komitmen Pendidikan Gratis hingga S3 - ibukotakini.com

Pengalaman dalam membentuk struktur organisasi, menyusun program kerja, menyerap aspirasi pekerja, hingga membangun komunikasi dengan manajemen akan menjadi bagian dari pembelajaran untuk pengembangan program selanjutnya.

Idham mengatakan Pemkab Kutim membuka peluang perluasan program karena sektor perkebunan kelapa sawit memiliki cakupan yang luas di daerah tersebut.

“Tidak hanya pada enam perusahaan ini, tapi nanti ke depannya akan dikembangkan ke perusahaan-perusahaan yang lain. Karena di Kabupaten Kutai Timur itu sangat banyak sekali,” ungkapnya.

Menurut dia, perluasan Komite Gender menjadi bagian dari agenda pengarusutamaan gender yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak perusahaan sawit di Kutai Timur.

BACA JUGA:

DP3A Kaltim Wajibkan Daycare Bersertifikat, Pengawasan Diperketat - ibukotakini.com

“Harapannya nanti program-program pengarusutamaan gender itu tersosialisasikan dengan baik ke seluruh perusahaan sawit di wilayah Kabupaten Kutai Timur,” katanya.

PT KIN Jadi Perusahaan Keenam dalam Program Komite Gender 2026

Pembentukan dan penguatan Komite Gender di PT Kemilau Indah Nusantara (KIN), Kecamatan Bengalon, menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui DPPPA bersama Yayasan Solidaridad Indonesia.

PT KIN menjadi perusahaan keenam yang masuk dalam rangkaian program pembentukan dan penguatan Komite Gender pada 2026.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pemahaman mengenai kesetaraan gender, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja perkebunan yang lebih aman, adil, dan inklusif.

BACA JUGA:

Perempuan PLN Kaltimra Jadi Garda Listrik Andal di Hari Kartini - ibukotakini.com

Melalui penguatan Komite Gender, Pemkab Kutim berharap hak-hak perempuan di sektor perkebunan dapat semakin terakomodasi, sekaligus mendorong terciptanya hubungan kerja yang lebih setara antara pekerja perempuan dan laki-laki.***