
Kutim Tawarkan Investasi Pabrik Hilirisasi Sawit di KEK MBTK
- Siapkan Lahan 509 Hektare dan Insentif Sewa
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempercepat transformasi ekonomi daerah dari ketergantungan pada sektor ekstraktif menuju industri pengolahan berbasis hilirisasi.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menawarkan peluang investasi pembangunan pabrik turunan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).
Melalui program Investment Project Ready to Offer (IPRO), Pemkab Kutim menyiapkan proyek investasi yang telah dikemas secara matang agar dapat langsung dieksekusi oleh calon investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Novian Prananta, mengatakan IPRO menjadi instrumen penting untuk memberikan kepastian dan kemudahan bagi penanam modal yang ingin masuk ke Kutai Timur.
BACA JUGA:
Segera Berlaku, Begini Tahapan Penerapan B50 di Indonesia - ibukotakini.com
Menurutnya, melalui skema tersebut investor tidak lagi harus menyusun proyeksi bisnis dari awal karena seluruh data teknis, potensi pasar, hingga peluang pengembangan industri telah disiapkan pemerintah daerah.
“IPRO adalah upaya kami menyuguhkan proyek yang siap eksekusi, jelas, dan memiliki prospek menjanjikan. Kami ingin investor datang ke sini dengan gambaran yang utuh mengenai potensi hilirisasi, baik di sektor oleofood maupun oleochemical,” ujar Novian di Sangatta.
Sebagai pusat pengembangan industri hilir kelapa sawit, KEK MBTK telah menyiapkan lahan seluas 509,496 hektare dengan status clear and clean sehingga siap digunakan untuk pembangunan kawasan industri baru.
Untuk meningkatkan daya tarik investasi di tengah persaingan antar kawasan industri di Indonesia, Pemkab Kutim juga menawarkan berbagai insentif kepada investor, termasuk biaya sewa lahan yang kompetitif serta fasilitas masa bebas sewa hingga empat tahun.
BACA JUGA:
Harga Lebih Terjamin, Disbun Kaltim Ungkap Syarat Menjadi Petani Sawit Mitra - ibukotakini.com
Harga CPO Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun, Sinyal Kenaikan TBS Dalam Negeri - ibukotakini.com
Selain itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan konektivitas menuju KEK MBTK melalui sinkronisasi pembangunan infrastruktur jalan antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.
Perbaikan akses tersebut dinilai penting untuk menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama pengembangan industri di kawasan timur Indonesia.
Dalam dokumen IPRO 2025 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kutai Timur diposisikan sebagai hub strategis bagi pengembangan industri oleokimia dan pangan berbasis kelapa sawit.
Pemkab Kutim menargetkan hilirisasi sawit tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan peran koperasi rakyat di sektor hulu.
BACA JUGA:
Usai Dipanggil Bupati, Begini Kata Pengusaha Sawit - ibukotakini.com
Puluhan Bos Perusahaan Sawit Dikumpulkan Bupati Kutim, Rabu 17 Juni 2026 - ibukotakini.com
“Kami tidak ingin sekadar menjadi penyuplai bahan mentah. Dengan membangun industri turunan seperti minyak goreng dan biodiesel di sini, kita menciptakan nilai tambah yang besar, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekonomi yang lebih ramah lingkungan,” tambah Novian sebagaimana dilansir kanal resmi Pemkab Kutim.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kutai Timur dalam melakukan diversifikasi ekonomi daerah.
Dengan keberhasilan menarik investor ke dalam ekosistem KEK MBTK, pemerintah berharap Kutai Timur mampu mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas pertambangan dan beralih menuju industri pengolahan yang lebih berkelanjutan.***
