
Laris Manis di ISEF & TEI 2026, Ekspor UMKM Kaltim Capai Rp9,1 Miliar
- KPwBI Balikpapan memfasilitasi UMKM lokal membukukan ekspor hingga Rp9,1 Miliar pada ajang ISEF dan TEI 2026
UMKM
IBUKOTAKINI.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memacu pengembangan sektor riil dan perluasan akses pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan hingga tingkat internasional.
Sepanjang pekan ketiga Oktober 2026, partisipasi UMKM Balikpapan pada dua ajang strategis nasional dan internasional berhasil membukukan potensi transaksi ekspor melebihi Rp9,1 Miliar.
Kedua perhelatan tersebut adalah Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center (JICC) serta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, yang sama-sama berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan langkah ini merupakan komitmen nyata BI dalam menciptakan iklim ekonomi daerah yang kondusif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Melalui keterlibatan langsung di platform pameran dagang internasional, pelaku UMKM tidak hanya memperluas jejaring bisnis, tetapi juga memperoleh market intelligence, memahami tren permintaan global, dan melakukan pengujian produk secara langsung kepada calon buyer," ungkap Robi dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).
BACA JUGA:
Teluk Balikpapan Mirip Singapura, Rudy Mas’ud Tawarkan ke Investor - ibukotakini.com
Dari total partisipasi pada kedua ajang tersebut, UMKM binaan dan mitra KPwBI Balikpapan berhasil menghimpun nilai komitmen kerja sama ekspor melalui:
- 14 Letter of Intent (LoI): Rp9,10 miliar
- 3 Purchase Order (PO): Rp2,75 juta
- Penjualan Langsung (Direct Sales): Rp94,04 juta (ISEF: Rp80,54 juta | TEI: Rp13,50 juta, dominan pembelian sampel produk oleh pembeli mancanegara).
SUMMARY TRANSAKSI EKSPOR UMKM KPWBI BALIKPAPAN
Perolehan Letter of Intent (14 LoI) mencapai Rp9,10 Miliar; Purchase Order (3 PO) sebesar Rp2,75 Juta; Penjualan Langsung ISEF Rp80,54 Juta; Penjualan Langsung TEI Rp13,50 Juta dengan TOTAL POTENSI TRANSAKSI > Rp9,19 Miliar.
Penetrasi Sektor Fesyen dan Kuliner di ISEF 2026
Pada ajang ISEF 2026, KPwBI Balikpapan memboyong 4 UMKM ke area pameran utama (exhibition booth) serta memasukkan produk 6 UMKM lokal ke area Halal Mart dan program Jawara Ekspor.
Dua jenama fesyen lokal, HHarum dan Rumah Ampiek, mendapat kehormatan tampil di panggung peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada 14–15 September 2026. HHarum menampilkan busana modest yang memadukan batik, shibori, tenun, dan sulaman khas Kalimantan Timur. Sementara Rumah Ampiek mempromosikan citra batik modern berbasis warisan budaya lokal.
Di ajang business matching ISEF, produsen minuman herbal Bungas Wedang Dayak mencatatkan gebrakan dengan mengantongi dua LoI senilai Rp739,44 juta dari pembeli asal Belanda (Ben Helen) dan Australia (Abu Husein Mixed Business), serta satu PO dari Citadels Logistics (Australia). Di saat yang sama, HHarum mengawali penjajakan kerja sama ekspor dengan trade buyer asal Tunisia dan Filipina.
BACA JUGA:
Omzet Kutim Expo 2026 Tembus Rp4,24 Miliar - ibukotakini.com
Penjualan Ritel Booth Pameran ISEF 2026:
- Rumah Ampiek: Rp43,11 juta
- Harum: Rp22,99 juta
- Kampoeng Timoer: Rp9,67 juta
- Bungas Wedang Dayak: Rp4,77 juta
Dominasi Kuliner Lokal di TEI 2026: Pasar Libya Jadi Penopang Utama
Pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang diikuti oleh lebih dari 9.600 buyer dari 150 negara, KPwBI Balikpapan mendampingi 7 UMKM, yakni: Koperasi Kriya Inovasi Mandara (KIM), Bonles Food, Amplang Ikan Asik, Mantau Fya, Salakilo, Gunaco, dan Fixty.
Konsistensi negosiasi bisnis di TEI 2026 menghasilkan 12 LoI dari 8 buyer internasional dengan total estimasi nilai transaksi mencapai Rp8,36 miliar (setara US$474.931).
SEBARAN PASAR EKSPOR UMKM BALIKPAPAN (TEI 2026)
1. Libya : Rp6,68 Miliar (79,9% dari total LoI)
2. Vietnam : Rp876,13 Juta
3. Tiongkok : Rp394,96 Juta
4. Australia : Rp256,51 Juta
5. Korea Selatan: Rp154,88 Juta
Bonles Food mencatatkan nilai LoI terbesar di ajang TEI dengan angka Rp2,14 miliar, disusul gabungan produk olahan makanan lainnya (Mantau Fya, Salakilo, Amplang Ikan Asik, Gunaco, dan Fixty) senilai Rp4,08 miliar. Adapun Koperasi KIM memimpin dari segi kuantitas dengan raihan 4 LoI bernilai Rp805,49 juta.
Menyikapi hasil positif ini, KPwBI Balikpapan berkomitmen mengawal komitmen bisnis yang telah disepakati agar terealisasi menjadi transaksi konkret.
"Upaya ini akan terus kami sinergikan bersama Pemerintah Daerah serta Kementerian/Lembaga terkait guna menavigasi UMKM Balikpapan menembus rantai pasok global secara berkelanjutan," tutup Robi. ***
