
Lawan Rentenir di Daerah, Ini yang Dilakukan OJK Kaltim
- Empat Daerah di Kaltim Jalankan Program Kredit Tanpa Bunga
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) menggencarkan program kredit melawan rentenir guna melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal.
Kepala OJK Kaltimtara, Misran Pasaribu, yang baru menjabat sekitar dua bulan menggantikan Parjiman, menyatakan program tersebut telah berjalan di empat daerah, yakni Kutai Kartanegara, Samarinda, Bontang, dan Paser.
Menurut Misran, program ini memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat dengan syarat ringan, bahkan bunga pinjaman dapat mencapai nol persen.
Skema pendanaan bersumber dari dana pemerintah daerah yang ditempatkan pada bank milik daerah, yakni Bankaltimtara.
BACA JUGA:
“Program ini bertujuan membebaskan masyarakat dari rentenir. Masyarakat diberikan kemudahan agar tidak lagi terjerat pinjaman informal dengan bunga tinggi,” ujar Misran dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Rabu, 15 April 2026.
Program kredit ini memiliki nama berbeda di tiap daerah, menyesuaikan dengan kearifan lokal, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat akses keuangan yang aman dan terjangkau.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.
“Penguatan koordinasi sangat penting untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkeadilan,” kata Seno.
BACA JUGA:
Desa Beringin Agung Samboja Pakai Kotoran Sapi Sebagai Sumber Energi
Ia menambahkan, peran OJK sangat strategis dalam memastikan sektor jasa keuangan berjalan sehat, transparan, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi konsumen jasa keuangan.
Program kredit melawan rentenir ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memperluas akses pembiayaan formal sekaligus menekan praktik pinjaman ilegal di daerah. ***
