Gedung Dome/BSCC digunakan pameran
Balikpapan

Layanan Sewa Gedung Pemkot Kini Bisa Diakses Daring

  • Layanan penyewaan gedung milik pemerintah secara daring melalui sistem terintegrasi di situs resmi Balikpapan.go.id
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat tata kelola aset daerah melalui pemanfaatan teknologi digital. Terobosan terbaru yang diluncurkan adalah layanan penyewaan gedung milik pemerintah secara daring melalui sistem terintegrasi di situs resmi Balikpapan.go.id.

Program tersebut dikelola oleh UPTD Pengelolaan dan Perawatan Gedung di bawah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Balikpapan. Kepala BKAD Balikpapan, Agus Budi, mengatakan bahwa layanan digital ini dirancang agar masyarakat dapat melakukan pemesanan gedung tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

“Masyarakat kini bisa memesan gedung langsung melalui situs Balikpapan.go.id. Di dalam situs tersebut sudah tersedia aplikasi penyewaan gedung, sehingga tidak perlu lagi datang ke kantor,” ungkapnya, Minggu (23/11/2025).

Sejumlah gedung kini dapat dipesan melalui sistem daring tersebut, antara lain Balikpapan Sport & Convention Center (BSCC) Dome, Gedung Kesenian Balikpapan (GKB), Balikpapan Islamic Center (BIC), serta Stadion Utama Batakan.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat melihat agenda penggunaan gedung, tarif sewa, dan ketersediaan jadwal secara real time. Setelah melakukan pengecekan, calon penyewa kemudian dapat berkomunikasi dengan admin untuk mengonfirmasi tanggal dan lokasi.

“Calon penyewa bisa langsung memeriksa jadwal dan tarif melalui sistem. Setelah mengecek jadwal di web, masyarakat tinggal menghubungi admin penyewaan untuk mengonfirmasi tanggal dan lokasi yang diinginkan,” imbuh Agus.

BACA JUGA:

DLH Hentikan Aktivitas di Lokasi Kubangan Graha Indah - ibukotakini.com

Agus mengungkapkan bahwa permintaan sewa gedung terus mengalami peningkatan setiap tahun. GKB hingga saat ini menjadi pilihan utama untuk penyelenggaraan acara pernikahan, sementara BSCC Dome banyak digunakan untuk kegiatan pemerintahan maupun event berskala besar.

“Tingginya kebutuhan masyarakat juga terlihat dari masuknya pesanan untuk tahun 2026 yang disebut hampir penuh terjadwal,” terangnya. Kondisi tersebut mendorong perlunya sistem pelayanan yang lebih responsif dan terkelola dengan baik.

UPTD Pengelolaan dan Perawatan Gedung memiliki mandat mengelola pemeliharaan, pengawasan, dan sistem informasi bangunan milik pemerintah. Kehadiran layanan sewa digital diharapkan dapat menciptakan manajemen aset yang lebih profesional, terukur, dan transparan.

“Kami ingin seluruh proses lebih efisien dan akuntabel. Dengan aplikasi ini, semuanya bisa diakses secara terbuka sehingga masyarakat tahu ketersediaan dan mekanisme pemesanan secara jelas,” kata Agus.

Ia menyebut implementasi sistem digital ini juga diharapkan dapat mengurangi antrean, meminimalkan potensi kesalahan data, serta mempercepat proses administrasi tanpa melalui banyak tahapan birokrasi.

“Targetnya dari layanan ini dapat menjadi model pelayanan berbasis teknologi yang kelak diterapkan pada unit pengelolaan aset lainnya,” tukasnya. ***