PT Mandiri Sekuritas (Mandiri Sekuritas) kembali menawarkan produk investasi dari pemerintah Indonesia yaitu Surat Berharga Negara (SBN) Ritel berbasis syariah jenis Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR018.
Ekbis

Lelang SBSN Tembus Rp26,13 Triliun, Pemerintah Hanya Serap Rp12 Triliun

  • Yield SBSN Berada di Kisaran 6,5%-7,16%
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah meraup total penawaran sebesar Rp26,13 triliun dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (8/9/2026). Namun, dari total penawaran yang masuk, pemerintah hanya menetapkan nominal yang dimenangkan sebesar Rp12 triliun.

Lelang SBSN tersebut digelar melalui sistem lelang Bank Indonesia dengan menawarkan delapan seri surat berharga syariah negara, terdiri atas tiga seri SPNS dan lima seri PBS.

Total penawaran yang masuk mencapai tepat Rp26,1394 triliun, atau lebih dari dua kali lipat dari nominal yang akhirnya dimenangkan pemerintah.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah menetapkan total nominal yang dimenangkan dari delapan seri SBSN tersebut sebesar Rp12 triliun.

BACA JUGA:

Pemerintah Lelang Sukuk Negara Rp10 Triliun, Ada Green Sukuk PBSG002 dan PBS038 - ibukotakini.com

Penawaran Terbesar Masuk ke SPNS07062027

Dari tiga seri SPNS yang ditawarkan, SPNS07062027 mencatat penawaran terbesar, yakni mencapai Rp6,85 triliun.

Sementara itu, penawaran yang masuk untuk SPNS01032027 mencapai Rp5,445 triliun dan SPNS12102026 sebesar Rp1,3687 triliun.

Untuk seri PBS, penawaran terbesar tercatat pada PBS040 dengan nilai Rp3,767 triliun. Berikutnya PBS030 menerima penawaran Rp3,112 triliun.

Pemerintah juga menerima penawaran sebesar Rp2,213 triliun untuk PBS034, Rp2,2107 triliun untuk PBS038, serta Rp1,173 triliun untuk PBSG002.

BACA JUGA:

Investor Asing Inflow Rp494 Miliar, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini - ibukotakini.com

Ini Rincian SBSN yang Dimenangkan Pemerintah

Berikut rincian nominal SBSN yang dimenangkan pemerintah dalam lelang 8 September 2026:

SeriNominal DimenangkanYield Rata-rata TertimbangBid-to-Cover
SPNS12102026Rp500 miliar6,50000%2,74 kali
SPNS01032027Rp2,2 triliun6,65000%2,48 kali
SPNS07062027Rp2 triliun6,80000%3,43 kali
PBS030Rp2,95 triliun6,80733%1,28 kali
PBS040Rp1,55 triliun6,90869%2,01 kali
PBSG002Rp200 miliar7,02000%5,87 kali
PBS034Rp1,55 triliun7,13726%1,43 kali
PBS038Rp1,05 triliun7,15980%2,11 kali

Dari data tersebut, PBSG002 mencatat bid-to-cover ratio tertinggi, yakni 5,87 kali. Artinya, jumlah penawaran yang masuk hampir enam kali lipat dibandingkan nominal yang dimenangkan pemerintah.

Sementara bid-to-cover terendah tercatat pada PBS030 sebesar 1,28 kali.

Yield SBSN Berada di Kisaran 6,5%-7,16%

Dari sisi imbal hasil, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pemerintah berada di rentang 6,5% hingga 7,15980%.

Seri SPNS12102026 memiliki yield rata-rata tertimbang terendah sebesar 6,5%, sedangkan seri PBS038 mencatat yield tertinggi sebesar 7,15980%.

BACA JUGA:

Satgas PASTI Bongkar Penipuan Berkedok Aplikasi Tugas Online - ibukotakini.com

SPNS12102026 akan jatuh tempo pada 12 Oktober 2026, sedangkan SPNS01032027 jatuh tempo 1 Maret 2027 dan SPNS07062027 pada 7 Juni 2027.

Untuk seri PBS, tenor yang ditawarkan jauh lebih panjang. PBS030 jatuh tempo 15 Juli 2028, PBS040 pada 15 November 2030, PBSG002 pada 15 Oktober 2033, PBS034 pada 15 Juni 2039, dan PBS038 pada 15 Desember 2049.

Pemerintah menetapkan 10 September 2026 sebagai tanggal setelmen atau penerbitan SBSN hasil lelang tersebut.

Lelang dilakukan berdasarkan kewenangan pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Besarnya penawaran yang masuk dibandingkan nominal yang dimenangkan menunjukkan permintaan investor terhadap instrumen SBSN masih cukup kuat. Pemerintah memilih menyerap Rp12 triliun dari total Rp26,14 triliun penawaran yang diajukan investor.***