Lima Menit Gerak Sehari Bisa Pangkas Risiko Kematian
Tren

Lima Menit Gerak Sehari Bisa Pangkas Risiko Kematian

  • Lima menit bergerak hari ini bisa menjadi tabungan berharga untuk usia yang lebih panjang dan kualitas hidup
Tren
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Menjaga kesehatan dan memperpanjang usia tidak selalu menuntut perubahan besar. Sejumlah riset mutakhir justru menegaskan bahwa langkah kecil yang konsisten dapat memberi dampak nyata bagi kualitas hidup.

Mengutip laporan Medical News Today, kebiasaan dasar seperti tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, mengelola stres, menjaga pola makan seimbang, serta rutin bergerak terbukti membantu tubuh tetap bugar seiring bertambahnya usia.

Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet memperkuat kesimpulan tersebut. Penelitian ini menunjukkan, menambahkan sekitar lima menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari, atau mengurangi waktu duduk selama 30 menit, berpotensi mencegah hingga 10 persen kematian.

Studi ini menganalisis data dari lebih dari 150 ribu orang dewasa di Amerika Serikat, Swedia, Norwegia, dan Inggris. Para partisipan dipantau menggunakan perangkat khusus yang merekam aktivitas fisik harian secara objektif, sehingga hubungan antara durasi bergerak, waktu duduk, dan risiko kematian dapat diukur lebih akurat dalam jangka panjang.

Profesor Ulf Ekelund, peneliti utama dalam studi tersebut, menegaskan bahwa manfaat aktivitas fisik telah lama terbukti. Semakin sering seseorang bergerak, semakin rendah risiko kematian dini, sekaligus semakin baik kualitas hidup yang dijalani.

BACA JUGA:

Jumlah Penduduk Miskin Kaltim 199 Ribu Jiwa, Kukar Tertinggi - ibukotakini.com

Yang menarik, penelitian ini tidak menekankan olahraga berat atau jadwal latihan panjang. Fokusnya justru pada perubahan kecil yang realistis dilakukan siapa saja. Pada kelompok 20 persen peserta yang paling jarang bergerak, penambahan lima menit aktivitas fisik per hari mampu menurunkan angka kematian hingga 6 persen selama masa pemantauan rata-rata delapan tahun. Jika diterapkan secara luas, potensi penurunan angka kematian dapat mencapai 10 persen.

Dampaknya pun signifikan. Dalam populasi dengan 100 ribu kematian per tahun, sekitar 6.000 hingga 10.000 nyawa diperkirakan dapat diselamatkan hanya dengan tambahan lima menit gerak setiap hari. Sementara itu, mengurangi waktu duduk selama 30 menit per hari berpotensi menekan sekitar 3 persen kematian pada kelompok paling tidak aktif, dan hingga 7 persen bila dilakukan oleh seluruh populasi.

Temuan ini mendapat sambutan positif dari praktisi kesehatan. Alyssa Lombardi, fisiolog olahraga dari Hartford HealthCare, menyebut aktivitas fisik sebagai “obat alami” bagi tubuh. Menurut dia, gerakan singkat saja sudah dapat memperbaiki fungsi jantung, meningkatkan suasana hati, dan menekan tingkat stres.

Ia menilai, hasil penelitian tersebut sejalan dengan tren masyarakat yang kini lebih mengutamakan perubahan gaya hidup sehat dibandingkan ketergantungan pada obat-obatan. Gerakan, kata dia, merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan pikiran, terlebih di tengah meningkatnya kesadaran akan pola hidup alami dan berkelanjutan.

Dengan kata lain, menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Lima menit bergerak hari ini bisa menjadi tabungan berharga untuk usia yang lebih panjang dan kualitas hidup yang lebih baik. ***