
Listrik PLN Terangi Tanjung Nanga, PPD Sungai Malinau II Berlangsung Meriah
- Hadirnya listrik di Kampung Tanjung Nanga kini tidak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menggelar berbagai kegiatan
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Sukacita menyelimuti masyarakat Kampung Tanjung Nanga, Kabupaten Malinau, saat dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Pemuda Daerah (PPD) Sungai Malinau II yang digelar pada 22 hingga 26 Juni 2026.
Momen ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya agenda besar tingkat kecamatan dapat berlangsung setelah listrik PLN masuk ke kampung tersebut pada Februari 2026.
Kehadiran listrik selama 24 jam dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menjadi penunjang utama suksesnya berbagai kegiatan, terutama acara yang digelar pada malam hari.
PPD Sungai Malinau II diikuti peserta dari tiga kecamatan, yakni Malinau Selatan, Malinau Selatan Ilir, dan Malinau Selatan Hulu yang mewakili 25 desa di kawasan Sungai Malinau.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan mulai dari seminar kepemudaan, turnamen sepak bola, bola voli, lomba tarian tamborin, hingga lomba perahu yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.
Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonatan, mengatakan listrik PLN membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
BACA JUGA:
PLN Terangi 331 Rumah di Malinau, Warga Kini Nikmati Listrik 24 Jam - ibukotakini.com
"Bagi masyarakat Tanjung Nanga, kegiatan ini menjadi momen yang sangat berkesan. Untuk pertama kalinya kami dapat menjadi tuan rumah Pekan Pemuda Daerah setelah listrik PLN hadir di kampung kami. Seminar dan pentas seni pada malam hari dapat berlangsung dengan nyaman sehingga masyarakat bisa berkumpul dan menikmati seluruh rangkaian acara. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan listrik hingga ke Tanjung Nanga," katanya pada Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Roni, kehadiran listrik tidak hanya meningkatkan kenyamanan warga, tetapi juga membuka peluang bagi desa untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari wilayah lain.
Ketua Panitia PPD Sungai Malinau II, Yansen Lancau, juga mengapresiasi dukungan PLN yang dinilai berperan besar dalam kelancaran seluruh agenda kegiatan.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN. Dengan hadirnya listrik, seluruh agenda dapat berlangsung dengan baik dan peserta dapat mengikuti setiap kegiatan dengan lebih nyaman. Ini menjadi pengalaman yang membanggakan bagi masyarakat Tanjung Nanga," tuturnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan penyediaan listrik di wilayah pedalaman merupakan bagian dari komitmen PLN dalam membuka akses energi yang mampu mendorong kemajuan masyarakat.
BACA JUGA:
PLN Mobile Hadirkan Swacam, Pelanggan Bisa Catat Meter dari Rumah - ibukotakini.com
Di mana listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi penggerak berbagai aktivitas sosial, pendidikan, budaya, hingga pengembangan potensi generasi muda.
"Kami bersyukur listrik yang hadir di Tanjung Nanga kini dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Melihat Pekan Pemuda Daerah dapat terselenggara dengan meriah menjadi salah satu bukti bahwa listrik mampu mendukung ruang belajar, berkarya, melestarikan budaya, dan mempererat kebersamaan masyarakat. Semoga manfaat listrik dapat terus dirasakan dan menjadi bagian dari tumbuhnya desa-desa di Kalimantan Utara," ujar Chaliq.
Sementara itu, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, menegaskan PLN akan terus memastikan manfaat listrik dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
"Listrik diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun budaya. Bagi PLN, melihat masyarakat dapat beraktivitas lebih leluasa menjadi kebahagiaan tersendiri," harapnya.
Hadirnya listrik di Kampung Tanjung Nanga kini tidak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menggelar berbagai kegiatan yang mempererat persaudaraan, melestarikan budaya lokal, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang lebih kreatif dan berdaya saing di wilayah pedalaman Kalimantan Utara. ***
