Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo sampaikan LKPD 2025
Balikpapan

LKPJ 2025 Dipaparkan, Ekonomi Balikpapan Tumbuh 10,24 Persen

  • Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 48,31 persen, disusul konstruksi dan transportasi
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan, Senin (6/4/2026).

Penyampaian oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mewakili Wali Kota. 

Dalam pengantarnya, ia mengawali dengan ungkapan syukur serta apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah memberikan ruang untuk memaparkan kinerja pemerintah daerah selama satu tahun terakhir.

“LKPJ ini merupakan gambaran umum pelaksanaan pemerintahan daerah, termasuk realisasi anggaran dan capaian kinerja yang mengacu pada RPJMD 2021–2026 serta RKPD Tahun 2025,” ungkap Bagus.

Sepanjang 2025, Balikpapan mencatatkan sejumlah capaian positif. Kota ini berhasil meraih 24 penghargaan, terdiri dari enam tingkat nasional, 14 tingkat provinsi, dan tiga tingkat regional. 

BACA JUGA:

APBD Balikpapan 2027 Diproyeksi Rp2,6 Triliun - ibukotakini.com

Di tingkat nasional, Balikpapan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan serta predikat Kota Layak Anak kategori utama.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kota Balikpapan menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 10,24 persen, meningkat tajam dibandingkan 2024 sebesar 3,23 persen. 

Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 48,31 persen, disusul konstruksi dan transportasi.

Indikator sosial juga mengalami perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 83,23 dan menempatkan Balikpapan di posisi kedua di Kalimantan Timur. 

Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,84 persen, sementara angka kemiskinan juga menurun dari 2,23 persen menjadi 1,97 persen.

BACA JUGA:

Balikpapan Susun Aturan WFH, Efisiensi Jadi Prioritas - ibukotakini.com

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp4,13 triliun atau 97,10 persen dari target Rp4,26 triliun. Sementara belanja daerah terealisasi Rp4,27 triliun atau 89,90 persen dari anggaran Rp4,75 triliun. 

Secara umum, pelaksanaan program di sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur mencatat capaian di atas 85 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, seperti penanganan banjir, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

“Ke depan, pengelolaan keuangan daerah akan terus diperkuat melalui perencanaan yang matang dan sistem pengawasan internal yang lebih efektif,” kata Bagus. (Adv Diskominfo Balikpapan)