Luas Panen Padi Kaltim Naik 5,51 Persen Sepanjang 2025
Kabar Ibu Kota

Luas Panen Padi Kaltim Naik 5,51 Persen Sepanjang 2025

  • Produksi beras tertinggi juga terjadi pada September 2025 dengan capaian sekitar 39,36 ribu ton
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Luas panen padi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren positif sepanjang 2025. 

Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi luas panen padi pada Januari–Desember 2025 mencapai sekitar 66,52 ribu hektare, naik 3,48 ribu hektare atau 5,51 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 63,04 ribu hektare.

Tak hanya itu, potensi luas panen padi pada Januari–Maret 2026 juga diperkirakan meningkat. Angkanya mencapai 25,20 ribu hektare, atau naik sekitar 4,98 ribu hektare (24,64 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 20,22 ribu hektare.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur Mas’ud Rifai mengatakan, peningkatan luas panen turut mendorong kenaikan produksi padi di Kaltim. 

Sepanjang Januari–Desember 2025, produksi padi mencapai sekitar 270,87 ribu ton gabah kering giling (GKG), naik 21,23 ribu ton GKG atau 8,50 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 249,64 ribu ton GKG.

BACA JUGA:

Kejar Waktu 10 Bulan, Kaltim Percepat Cetak Sawah - ibukotakini.com

“Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada September, yakni 67,68 ribu ton GKG. Sementara produksi terendah terjadi pada Januari, sekitar 0,87 ribu ton GKG,” terang Mas’ud dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan wilayah, tiga daerah dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Adapun daerah dengan produksi terendah tercatat di Kota Bontang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu.

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi Kaltim sepanjang Januari–Desember 2025 setara dengan 157,55 ribu ton beras. Angka ini naik 12,34 ribu ton atau 8,50 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 145,21 ribu ton.

Dia menambahkan produksi beras tertinggi juga terjadi pada September 2025 dengan capaian sekitar 39,36 ribu ton, sedangkan produksi terendah tercatat pada Januari, yakni sekitar 0,50 ribu ton. 

“Data ini menunjukkan perbaikan kinerja sektor pertanian padi di Kaltim, sekaligus menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan daerah,” tutupnya. ***