
Luasan Karhutla Kaltim Turun Jadi 1.223 Hektare
- Kabupaten Paser dan PPU Masih Jadi Atensi
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren penurunan sepanjang Oktober 2026 jika dibandingkan dengan periode Agustus dan September lalu.
Penurunan ini seiring dengan mulai masuknya musim penghujan di berbagai daerah Kaltim.
Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, mengungkapkan bahwa pada Agustus hingga September, rata-rata luasan lahan yang terbakar mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare. Angka tersebut melandai drastis pada Oktober ini menjadi sekitar 1.223 hektare.
“Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober mulai memasuki musim penghujan,” ungkap Tresna dikutip pada Selasa (20/10/2026).
Menurut Tresna, kehadiran curah hujan diharapkan mampu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti beberapa wilayah di Kaltim.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), asap yang terperangkap di atmosfer memerlukan kondisi pendukung seperti hujan agar partikel polutan dapat segera terurai.
BACA JUGA:
Pemkab PPU Perpanjang Siaga Darurat Bencana - ibukotakini.com
Meski intensitas kebakaran mulai mereda, kondisi kualitas udara di sejumlah daerah dilaporkan masih tergolong tidak sehat, di antaranya di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Kota Samarinda.
Menanggapi hal tersebut, BPBD Kaltim mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menerapkan langkah perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengharapkan masyarakat dapat menggunakan masker sebagai langkah pencegahan dan menghindari aktivitas di luar rumah atau kantor karena kondisi udara kita masih kurang sehat,” tegasnya.
Kabupaten Paser dan PPU Jadi Perhatian Utama
Berdasarkan pemetaan BPBD Kaltim, Kabupaten Paser masih tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi.
Selain Paser, titik-titik kebakaran juga sempat terpantau di Penajam Paser Utara (PPU) termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.
BACA JUGA:
DPR Kritik Menhut, Sudah Diingatkan Berkali-kali soal Ancaman Karhutla - ibukotakini.com
Kendati demikian, tren positif terlihat di Kabupaten Berau yang mencatat penurunan kejadian karhutla secara signifikan seiring masuknya fase musim hujan di wilayah utara Kaltim tersebut.
Tresna menjelaskan, sebagian besar insiden yang ditangani merupakan kebakaran lahan terbuka. Luasnya wilayah terdampak serta banyaknya titik api secara bersamaan menjadi tantangan tersendiri bagi personel pemadam di lapangan.
Selain itu, faktor tiupan angin kencang kerap mempercepat laju penyebaran api. Petugas juga dihadapkan pada kendala klasik berupa keterbatasan sumber air bersih di lokasi kejadian serta sulitnya akses menjangkau titik api.
“Meski menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan, BPBD Kaltim bersama unsur lintas instansi memastikan akan terus bersiaga penuh guna mengantisipasi sisa potensi karhutla hingga penghujung tahun 2026,” pungkasnya. ***
