Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani menyebut masa tunggu yang sebelumnya menembus 36 tahun kini resmi dipangkas menjadi 26 tahun,
Balikpapan

Masa Tunggu Haji di Balikpapan Dipangkas Jadi 26 Tahun

  • Sebelumnya Masa Tunggu Ibadah Haji 36 Tahun
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji di Balikpapan gahun ini.

Masa tunggu yang sebelumnya menembus 36 tahun kini resmi dipangkas menjadi 26 tahun, menyusul kebijakan penataan antrean haji oleh pemerintah pusat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Masrivani, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kuota haji dan pemerataan antrean secara nasional.

“Balikpapan termasuk daerah dengan masa tunggu cukup panjang. Dengan kebijakan baru ini, antrean diseragamkan menjadi 26 tahun,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.

BACA JUGA:

Skrining Kesehatan Haji 2025 Dimulai di Balikpapan

Menurutnya, pemangkasan masa tunggu tersebut sejalan dengan penambahan kuota haji untuk Balikpapan pada tahun ini. 

Ia menyebut, dari sebelumnya sekitar 500 jemaah, jumlah keberangkatan kini meningkat menjadi lebih dari 600 orang.

"Lebih rincinya penambahan kouta ada 180 jemaah," sebutnya.

Kebijakan ini memberi harapan baru bagi masyarakat yang telah lama terdaftar sebagai calon jemaah haji, sekaligus menghadirkan kepastian waktu keberangkatan yang lebih jelas.

BACA JUGA:

Danantara Bidik Lahan 80 Ha di Makkah untuk Kampung Haji Indonesia

“Selain memperpendek masa tunggu, kebijakan ini juga menciptakan keadilan antrean antarwilayah,” katanya.

Di sisi lain, peningkatan kuota menuntut kesiapan layanan yang lebih maksimal.

Kemenag Kota Balikpapan saat ini terus mematangkan persiapan melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), mulai dari administrasi, pelaksanaan manasik, hingga koordinasi dengan instansi terkait.

Masrivani juga mengimbau calon jemaah untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin, terutama dari aspek kesehatan, pemahaman manasik, serta kesiapan mental dan spiritual.

BACA JUGA:

Wagub Kaltim Seno Aji Dorong SDM Kemenag Adaptif Hadapi AI

“Ibadah haji membutuhkan kesiapan menyeluruh. Semakin baik persiapan jemaah, semakin lancar pula pelaksanaannya,” pungkasnya. ***