Proyek Manpatu mendukung kegiatan pengeboran 35 kilometer lepas pantai Balikpapan. (Foto: Adpimprov/Alman)
Ekbis

Mau Ngebor Dekat Balikpapan, Pertamina Kirim Struktur Topside

  • Proyek Manpatu milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Mampu Produksi Minyak 80 MMSCFD
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Pertamina Hulu Mahakam segera memulai persiapan pengeboran di wilayah yang berjarak sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan melalui pengembangan Proyek Manpatu. 

Langkah strategis ini diawali dengan pengiriman struktur topside dari fasilitas fabrikasi di Bintan, Kepulauan Riau, pada Jumat (17/4/2026). 

Kehadiran infrastruktur raksasa ini menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas lifting migas nasional dari Kalimantan Timur di masa depan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, hadir langsung di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Bintan, memastikan kesiapan infrastruktur tersebut sebelum diberangkatkan menuju lokasi instalasi di lepas pantai.

BACAJ JUGA:

Jaga Pasokan Energi, Produksi Gas Mahakam Naik 20 MMSCFD - ibukotakini.com

Menjamin Nafas Produksi Migas Kaltim

Dalam tinjauannya, Wagub Seno Aji memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan teknis pelepasan struktur raksasa tersebut. 

Menurutnya, keberlanjutan investasi di sektor hulu migas seperti Proyek Manpatu adalah harga mati untuk memastikan kontribusi Kalimantan Timur terhadap negara tetap terjaga melalui produksi energi yang berkelanjutan.

“Kami bersyukur bisa melihat langsung persiapan pelepasan pelayanan topside yang akan diberangkatkan ke Kaltim karena hal ini menandakan lifting migas Kalimantan Timur untuk Indonesia bisa tetap terjaga,” ujar Seno Aji dalam pernyataan resmi, Sabtu, 18 April 2026.

Target Produksi 80 MMSCFD

Proyek Manpatu merupakan pengembangan strategis dari temuan sumur eksplorasi tahun 2022 di wilayah offshore South Mahakam. 

BACA JUGA:

Penataan Pelabuhan Penajam, PPU Siapkan Kawasan Modern - ibukotakini.com

Kapasitas produksi pada proyek ini dirancang mampu mencapai angka 80 MMSCFD dengan target mulai beroperasi secara penuh pada kuartal pertama tahun 2027.

Lingkup pekerjaan infrastruktur dalam proyek ini sangat masif karena mencakup pembangunan anjungan baru yang terdiri dari jacket dan topside serta pemasangan jaringan pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer. 

Selain itu, proyek ini akan melakukan kegiatan pengeboran pada 11 sumur pengembangan untuk memaksimalkan potensi cadangan gas di wilayah tersebut.

Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal

Selain dampak ekonomi secara makro, proyek raksasa ini juga membawa dampak sosial positif bagi sumber daya manusia lokal. 

BACA JUGA: 

Hemat Biaya Rp53 Miliar, Geo-Stone Column KPB Raih Penghargaan - ibukotakini.com

Wagub mengapresiasi atas pelibatan tenaga kerja asal Kalimantan Timur yang turut andil dalam proses fabrikasi selama berada di Bintan sebelum struktur tersebut dikirim ke perairan Balikpapan.

“Terima kasih kepada PT Meindo dan PT PHM yang sudah melibatkan tenaga lokal asal Kaltim untuk mengerjakan proyek raksasa ini meskipun lokasinya berada jauh dari daerah asal,” jelasnya.

Seremoni pengiriman struktur ini turut dihadiri oleh GM Zona 8 Setyo Sapto Edi, manajemen PT Pertamina Hulu Mahakam, Chairman PT Meindo Elang Indah, serta perwakilan dari Kementerian ESDM dan SKK Migas.***