
MBG di Balikpapan Dipastikan Tak Bebani APBD
- Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, hingga kini tidak ada dana APBD Kota Balikpapan yang digunakan untuk membiayai MBG
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pendanaan program strategis nasional tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, hingga kini tidak ada dana APBD Kota Balikpapan yang digunakan untuk membiayai MBG. Program tersebut sepenuhnya dikelola dan didanai pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional.
“Sampai hari ini tidak ada uang APBD yang terpakai untuk Program Makan Bergizi Gratis. Semua bersumber dari APBN,” ungkap Bagus, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran dalam jumlah besar guna menjamin keberlanjutan MBG secara nasional.
“Pada tahun anggaran 2026, alokasi dana program ini hampir mencapai Rp300 triliun, melonjak tajam dibandingkan pagu 2025 yang tercatat sekitar Rp71 triliun,” paparnya.
Kenaikan anggaran tersebut sejalan dengan perluasan sasaran penerima manfaat MBG, yang tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Menurut Bagus, peningkatan alokasi dana mencerminkan keseriusan pemerintah pusat dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.
BACA JUGA:
Penerima Manfaat MBG di Balikpapan Bertambah - ibukotakini.com
“MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan produktif,” katanya.
Meski dukungan anggaran telah tersedia, pembangunan infrastruktur pendukung berupa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Balikpapan masih menghadapi tantangan. Dari target 68 unit SPPG, hingga pertengahan 2025 baru sekitar 10 unit yang terealisasi.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengambil langkah percepatan. Salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah.
Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri serta arahan pemerintah pusat agar pemerintah daerah lebih proaktif dalam mendukung kesiapan program MBG.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga telah menyiapkan sejumlah lokasi awal pembangunan dapur sehat di beberapa kecamatan sebagai tahap awal pelayanan MBG.
Bagus berharap percepatan pembangunan SPPG dapat membuat manfaat MBG segera dirasakan secara merata oleh masyarakat Balikpapan.
“Yang terpenting adalah memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup. Dari sanalah masa depan kota ini dibangun,” ujarnya. ***
