
MBMA Buka Suara Soal Produksi Tambang SCM
- Produksi Sesuai Ekspektasi
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Perusahaan pertambangan dan pengolah hasil nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) buka - bukaan terkait hasil pengeboran salah satu tambangnya.
Perseroan menyebut hasil eksplorasi yang telah diterima hingga saat ini masih sesuai dengan ekspektasi perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Corporate Secretary MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, dalam tanggapan perseroan terkait kegiatan pengeboran di Tambang SCM, yang mencakup 1.607 lubang dengan total kedalaman 41.289 meter.
MBMA menjelaskan bahwa pembaruan dan publikasi data sumber daya serta cadangan mineral dilakukan satu kali dalam setahun. Pembaruan berikutnya dijadwalkan pada akhir Maret 2027.
BACA JUGA:
HBA Oktober 2026 Turun, Harga Batu Bara 5.300 GAR Jadi USD 90,60 per Ton - ibukotakini.com
“Berdasarkan hasil kegiatan pengeboran yang telah diterima hingga saat ini, tidak terdapat hal material yang memerlukan pengungkapan kepada bursa efek. Seluruh hasil pengeboran yang diterima masih sesuai dengan ekspektasi Perseroan,” ungkap Teddy Nuryanto, Rabu (14/10/2026).
Data Cadangan Mineral MBMA Diperbarui Setahun Sekali
Tambang SCM atau Sulawesi Cahaya Mineral merupakan salah satu tambang dengan kandungan nikel terbesar di dunia, sekitar 13,8 juta ton nikel (kadar Ni 1,22%) dan 1,0 juta ton kobalt (kadar Co 0,08%) dalam wilayah konsesi seluas 21.100 hektar.
Tambang ini berlokasi di Konawe, Sulawesi Tenggara.
MBMA menegaskan tidak melakukan pembaruan maupun publikasi data sumber daya dan cadangan mineral secara triwulanan.
Dengan demikian, hasil pengeboran yang diterima perusahaan tidak secara otomatis menjadi perubahan resmi pada estimasi sumber daya atau cadangan mineral. Pembaruan data tersebut mengikuti jadwal publikasi tahunan perseroan.
BACA JUGA:
Merdeka Copper Gold Terbitkan Obligasi Rp4,12 Triliun - ibukotakini.com
Data sumber daya dan cadangan mineral menjadi salah satu indikator penting untuk menilai potensi pengembangan tambang serta keberlanjutan kegiatan operasional dalam jangka panjang.
Eksplorasi Regional Tunjukkan Indikasi Positif
Selain kegiatan pengeboran, MBMA juga menjalankan eksplorasi regional untuk mengevaluasi potensi sumber daya mineral baru.
Perseroan menyebut kegiatan eksplorasi regional tersebut masih berada pada tahap awal. Meski hasil sementara menunjukkan indikasi positif, perusahaan masih memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menilai potensi kontribusinya terhadap cadangan mineral.
Karena itu, MBMA belum menyampaikan estimasi tambahan cadangan dari eksplorasi regional maupun dampak terukur terhadap keberlanjutan operasional Tambang SCM.
MBMA Pantau Risiko Regulasi dan Perizinan
Terkait risiko eksplorasi, MBMA menyatakan hingga saat ini tidak mengalami kendala teknis maupun nonteknis yang memengaruhi kegiatan eksplorasi dan keberlanjutan pasokan bahan baku Tambang SCM.
Meski demikian, perseroan mengakui potensi risiko dapat muncul pada masa mendatang akibat perubahan kebijakan atau regulasi, termasuk dalam aspek perizinan dan lingkungan.
BACA JUGA:
MDKA Berencana Private Placement 10 Persen Saham, Incar Modal Kerja dan Ekspansi - ibukotakini.com
Untuk mengantisipasinya, MBMA terus memantau perkembangan kebijakan yang relevan dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Dengan hasil pengeboran yang masih sesuai ekspektasi dan eksplorasi regional yang berlanjut, perkembangan sumber daya dan cadangan mineral MBMA selanjutnya akan bergantung pada evaluasi teknis serta pembaruan data resmi perusahaan.***
