Me Time Bukan Egois, Ini Kunci Jaga Kesehatan Mental
Tren

Me Time Bukan Egois, Ini Kunci Jaga Kesehatan Mental

  • Me time memberi kesempatan untuk memulihkan energi emosional
Tren
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Tuntutan hidup modern kerap membuat banyak orang kelelahan. Bekerja, menjalankan usaha, mengurus keluarga, hingga memenuhi kewajiban sosial sering berjalan bersamaan tanpa jeda. Dalam kondisi ini, meluangkan waktu untuk diri sendiri justru menjadi kebutuhan, bukan kemewahan.

Me time merupakan waktu yang secara sadar disediakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, baik fisik, emosional, maupun mental. Praktik ini memberi ruang bagi seseorang untuk sejenak menjauh dari hiruk pikuk aktivitas dan kembali terhubung dengan diri sendiri.

Sejumlah pakar menyebut me time berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. Neuropsikolog Sanam Hafeez menjelaskan, otak tidak dirancang untuk terus berada dalam mode reaktif tanpa henti. Ketika seseorang terus merespons pekerjaan, pesan, atau tuntutan sosial, sirkuit stres akan tetap aktif dan memicu kelelahan mental.

“Jika otak tidak diberi jeda, fokus menurun, kesabaran berkurang, dan tekanan kecil bisa terasa jauh lebih berat,” ucapnya.

BACA JUGA:

Mahar Saham GOTO, Yudha Keling Resmi Menikah - ibukotakini.com

Melakukan waktu sendiri secara sengaja membantu otak beristirahat. Dalam kondisi ini, otak mengaktifkan default mode network, yakni sistem internal yang berperan dalam refleksi, pemrosesan emosi, dan pemecahan masalah. Saat sistem ini bekerja, hormon stres menurun dan kejernihan berpikir meningkat.

Me time juga memberi kesempatan untuk memulihkan energi emosional. Kegiatan sederhana seperti membaca buku, menikmati kopi sambil mendengarkan musik, berjalan santai, atau sekadar menikmati suasana alam dapat membantu tubuh melepaskan endorfin, hormon yang memicu rasa nyaman dan bahagia.

Selain memberi rasa tenang, me time membantu seseorang lebih peka terhadap kondisi diri. Di tengah ritme hidup yang cepat, waktu jeda memungkinkan refleksi dan perawatan diri yang kerap terabaikan. Dengan begitu, stres dapat dikelola lebih baik dan ketahanan mental pun terbentuk.

Para ahli menekankan, tujuan me time bukan untuk menghindar dari tanggung jawab, melainkan untuk pemulihan. Dengan energi yang kembali terisi, seseorang justru lebih siap menghadapi tuntutan hidup secara sehat dan seimbang. ***